TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers

Sosialisasi Program Bangga Kencana di Pondok Aren, BKKBN RI : Menuju Generasi Sehat dan Berkualitas

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: admin
Senin, 09 Desember 2024 | 17:37 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

PONDOK AREN — Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia (BKKBN RI) melaksanakan sosialisasi Program Bangga Kencana di Kelurahan Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel). 

Dalam sosialisasinya ini, BKKBN RI berfokus pada penurunan angka stunting dan menekankan lima pilar keberhasilan Program Bangga Kencana.

Direktur KIE BKKBN, Soetriningsih yang menjadi narasumber dalam acara tersebut menekankan lima pilar keberhasilan Program Bangga Kencana.

"Pilar pertama yakni Komitmen, yaitu Pentingnya komitmen seluruh pihak dalam mendukung program ini," ujar Soetriningsih, Senin (9/12).

Kemudian, pilar kedua yaitu penyebaran informasi intensif berupa sosialisasi yang masif dan konsisten kepada masyarakat dengan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi yang efektif. Konsistensi informasi menjadi kunci perubahan perilaku.

"Pilar ketiga yakni peningkatan konvergensi intervensi. Kerjasama yang kuat antar berbagai pihak, dari kementerian/lembaga hingga tingkat desa, dalam pelaksanaan intervensi," imbuhnya.

Selanjutnya, pilar keempat yaitu ketersediaan bahan pangan bergizi.

Dalam hal ini, langkah yang diupayakan adalah menekankan pentingnya akses terhadap bahan pangan bergizi, khususnya protein hewani.  

Soetriningsih mencontohkan protein ikan lele yang memiliki kualitas baik dan terjangkau

"Pliar kelima yakni penguatan sistem informasi data. Penggunaan SIGA BKKBN sebagai satu-satunya ukuran data resmi untuk Program Bangga Kencana," terangnya.

Selain kelima pilar tersebut, Soetriningsih juga menyoroti tiga tantangan utama dalam upaya penurunan stunting. 

"Yakni pola makan, sanitasi, dan perilaku reproduksi," paparnya.

Dia menekankan peran penting kader Pembina Kesejahteraan Keluarga Berencana Desa (PPKBD) sebagai garda terdepan dalam sosialisasi dan pelaksanaan program.

"Dengan target prevalensi stunting di bawah 20% sesuai standar WHO," lanjut Soetriningsih.

Sementara itu, Ketua RT setempat, Saleh Dulrayim, menyampaikan apresiasi dan harapan agar sosialisasi ini meningkatkan pemahaman masyarakat tentang stunting dan mendorong terciptanya keluarga sehat dan terencana.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen BKKBN RI untuk meningkatkan edukasi Program Bangga Kencana dan mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.  

"Program ini menekankan pentingnya kerjasama, informasi yang konsisten, dan akses terhadap nutrisi yang baik dalam upaya menurunkan angka stunting," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit