TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers

Bagnania Gagal Pertahankan Gelar

Reporter: Dzikri
Editor: admin
Selasa, 10 Desember 2024 | 06:53 WIB
Pembalap MotoGP asal Italia Francesco Bagnania. Foto : Ist
Pembalap MotoGP asal Italia Francesco Bagnania. Foto : Ist

ITALIA - Pebalap Ducati, Francesco Bagnaia gagal mempertahankan gelar juara dunia musim 2024. Pebalap yang kerap disapa Pecco pun iri dengan keberhasilan pebalap Formula One (F1) Max Verstappen yang sukses meraih gelar juara dunia.

Perlu diketahui, Pecco gagal mempertahankan gelar juara MotoGP 2024. Dia kalah den­gan pebalap asal Spanyol, Jorge Martin.

Pebalap asal Italia itu sudah tahu di mana letak kesalahanan­nya.

Menurut Pecco, kegagalan merebut gelar juara dunia untuk ketiga kali karena sejumlah ke­salahan dilakukannya.

Padahal, dalam situasi tertentu, dia selalu berusaha untuk menang. Seperti di 𝘎𝘳𝘢𝘯𝘥 𝘗𝘳𝘪𝘹 Malaysia, Misano, Italia, dan Silverstone, Inggris. Kesalahan dibuatnya saat itu adalah, terjatuh. Karena tidak puas berada di barisan belakang, Pecco selalu berusaha mengejar.

“Saya tidak pernah merasa puas dan selalu berusaha melaju sejauh mungkin,” ujar Bagnaia, mengutip dari 𝘊𝘳𝘢𝘴𝘩, Senin (9/12/2024).

Prinsip itu dipegangnya, percaya segala hal bisa terjadi. Namun, setelah menyadari, menurutnya, berada sedikit di belakang bisa mengubah situasi. Terbukti, tahun ini satu poin saja bisa mengubah hasil akhir.

“Anda harus sedikit mau memalingkan wajah,” katanya.

Kehilangan gelar juara, membuatnya menyesal. Terlebih, setelah melihat pebalap Formula Satu (F1) Max Verstappen. Pecco iri karena Verstappen bisa mempertahankan gelar juara du­nia, meski sempat terseok-seok.

Kata Bagnaia, Verstappen merupakan salah satu pebalap yang jadi perhatiannya. Salah satunya, dia selalu berpikir bisa menjadi juara dunia. Tapi, kegagalan ini tentu saja membuatnya kecewa.

“Saya menjalaninya sebagai sebuah kesempatan. Saya tahu kami kalah, tapi, perbedaan sudah terjadi,” ucapnya.

Ditambahkannya, pada akh­irnya bisa belajar banyak hal dari kekalahannya pada Martin. Pelajarannnya adalah, pada akh­irnya kemenangan bukanlah hal yang terpenting. Dia dan timnya jadi tahu betul apa yang harus dilakukan agar tidak melakukan kesalahan lagi. “Baik atau bu­ruk, Anda harus selalu melihat sisi baiknya,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit