Pemkot Bangun 8 Dapur Umum, Layani Masing-masing 3.000 Anak
Program Makan Bergizi Gratis Di Tangsel
SERPONG-Delapan dapur umum siap menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Keberadaannya tersebar di tujuh kecamatan. Dapur umum ini membuka kesempatan bekerja sama dengan penyuplai bahan makanan.
Dapur tersebut nantinya akan menjadi tempat pengolahan hingga pendistribusian makanan untuk seluruh siswa di Kota Tangsel.
Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Tangsel, Nindy Sabrina mengatakan, pihaknya terbuka untuk melakukan kerja sama dengan vendor mana pun untuk mensuplai pemenuhan bahan baku makanan.
“Jadi untuk orang-orang sekitar sini pun kami juga sudah umumkan siapa saja yang mau memasukkan bahan baku itu kami welcome (terbuka, red),” kata Nindy.
Nantinya, setiap pihak yang mengajukan menjadi penyuplai bahan makanan akan dilakukan seleksi terlebih dahulu. Proses seleksi meliputi spesifikasi barang dan harga.
Nindy menyatakan bahwa hingga saat ini sudah banyak masyarakat sekitar, baik individu maupun kelompok tani yang bekerjasama untuk menjadi penyuplai bahan baku program makan bergizi gratis.
“Kami juga banyak mengambil di sini, kayak yang mau masukin bawang, sayur. Kami juga open. Karena ada kelompok tani juga kan di sini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, masyarakat atau kelompok yang ingin menjadi penyuplai bahan baku makanan bisa langsung mendatangi dapur program makan bergizi gratis.
Selain itu, masyarakat juga bisa mendatangi langsung markas Komando Distrik Militer (Kodim) terdekat untuk mengajukan penawaran kerjasama.
“Sebenarnya untuk siapa saja boleh datang untuk menawarkan, karena kami juga membuka, atau bisa melalui Kodim,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie merinci, sedikitnya ada 3.000 siswa yang menjadi sasaran program pemberian makanan bergizi dalam setiap dapur umum. "Satu dapur yang digunakan mampu melayani hingga 3.000 anak dalam radius 5 kilometer," paparnya.
Maka ke depan dengan banyaknya jumlah sasaran penerima MBG, Benyamin menyebut perlu adanya tambahan jumlah dapur umum yang cukup banyak.
"Jika patokannya adalah 1 dapur untuk 3.000 anak, sementara total siswa yang harus dilayani mencapai 235.000 anak, maka kita perlu menyiapkan banyak dapur tambahan," tegasnya.
Menurut Benyamin, program ini harus direncanakan dengan matang. Terlebih lagi, program yang menyasar kepada para generasi penerus bangsa ini dicanangkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
"Jadi, untuk saat ini, makan siang di sini gratis, dan kami memastikan distribusinya berjalan lancar sesuai kebutuhan siswa," tuturnya.
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu