Makam Syekh Waliyuddin Ramai Dikunjungi Warga sejak Lebaran, Ada Tradisi Unik!

KELAPA DUA - Warga beramai-ramai mengunjungi Makam Syekh Waliyuddin yang berlokasi di Jalan Kramat Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, yang sudah ramai dari sejak Lebaran dimulai, Kamis (03/04/2025).
Mayoritas masyarakat yang berkunjung ke Makam Syekh Waliyuddin datang dengan tujuan untuk berdoa dan meminta berkah, bahkan ketika hari biasa pun, ada saja masyarakat yang datang ke Makam Syekh Waliyuddin.
Ahmad Samsul, penjaga Makam Syekh Waliyuddin, mengungkapkan bahwa masyarakat yang datang ke Makam Syekh Waliyuddin bukan hanya dari Tangerang saja, bahkan ada yang berasal dari luar kota datang jauh-jauh untuk berdoa.
"Hari ini ramai kan, kemarin itu lebih ramai lagi, padahal ini sudah hari keempat Lebaran, tapi tetap aja berdatangan, bahkan banyak di sini yang datang dari luar kota, bukan tangerang doang, pada jauh-jauh datang ke sini buat berdoa ke Syekh Waliyuddin," ungkap Ahmad.
Menurut cerita yang beredar, ada salah seorang warga yang menemukan makam ini pada tahun 1875, makam ini dipercaya memiliki kekuatan gaib yang kuat di mana para hewan yang melintasi wilayah makam akan mengalami kematian, sehingga atas kesepakatan ulama setempat, makam ini diberikan nama Syekh Waliyuddin.
Dari informasi yang diberikan oleh Ahmad, makam ini tidak dapat dipastikan dibangun sejak tahun berapa, tetapi makam ini dipercaya sudah berdiri sejak saat zaman penjajahan Belanda di Indonesia.
"Untuk tahun pastinya sih saya juga kurang paham ya, sudah lama banget intinya, pas zaman Belanda masih di Indonesia, tapi yang pasti Syekh Waliyuddin ini dikenal sebagai orang yang menyebarkan agama Islam di Tangerang," jelasnya.
Adapun gerai-gerai yang berjualan di depan Makam Syekh Waliyuddin yang rutin hadir ketika Hari Raya Idulfitri, gerai ini menjual berbagai jenis perlengkapan, dimulai dari makan, mainan, bunga untuk ziarah, dan masih banyak lainnya.
"Kalau pas Lebaran itu memang di depan selalu ramai yang jualan, pada datang ke sini, kalau hari biasa sih gak ada, mau beli apa aja di depan ada kok, ada makan minum, ada yang jualan mainan juga, bunga campur buat biasa orang bawa ke makam juga ada yang jual, di sini banyak warung juga kalau lapar bisa makan dulu," sebutnya.
Selain dari kegiatan berdoa, ada juga tradisi lempar uang di mana para kendaraan yang lewat seperti mobil atau truk melempar uang ke jalan, tradisi ini dipercaya dapat membawa keberuntungan, meskipun seringkali hal ini dapat membahayakan keselamatan para pejalan kaki.
Andi Dinarta, anak kecil yang turut serta mengikuti kegiatan lempar uang ini pun mengaku sudah melakukan kegiatan ini selama 3 jam bersama dengan teman-temannya.
"Gua mah sudah dari jam 09.00 bang sama kawan-kawan gua, lumayan kumpul duit receh, total-total ada mungkin dapat Rp50.000, cuma gua belum hitung total sih, mau sampai sore hari ini," ucap Andi.
Nasional | 16 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 17 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Selebritis | 2 hari yang lalu