TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo
Diajak Nyekar & Makan Pecel Pincuk, Bonusnya Kue Ultah

Mingguan Sama Mbak Puan, Cak Imin Happy

Laporan: AY
Minggu, 25 September 2022 | 16:33 WIB
Puan Maharani dan Muhaimin Iskandar saat tabur bunga di makam Taufik Kiemas. Foto : Istimewa
Puan Maharani dan Muhaimin Iskandar saat tabur bunga di makam Taufik Kiemas. Foto : Istimewa

JAKARTA - Ketua DPR Puan Maharani mengajak Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin nyekar ke makam Ketua MPR sekaligus ayahanda Puan, Taufiq Kiemas di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (24/9).

Dalam acara ziarah tersebut, Putri Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu didampingi sejumlah elit PDIP. Antara lain Ahmad Basarah, Bambang Wuryanto, Charles Honoris, Said Abdullah, Trimedya Panjaitan, Utut Adianto.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyan to, tidak terlihat hadir.

Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar membaca surat Yasin dan tahlil di atas pusara Taufik Kiemas di TMP Kalibata Jakarta, Minggu (25/9). Bersama para elit PDIP dan PKB. (Foto: Istimewa)

Sementara Gus Muhaimin, datang bersama Wakil Ketua Umum Jazilul Fawaid, Hanif Dzakiri, Sekjen Hasanuddin Wahid, Ketua Fraksi PKB DPR Cucun Ahmad Syamsurijal, Ketua Komiisi VI DPR Faisol Reza, Ketua Komisi X Syaiful Huda, Wakil Ketua Komisi IX Fathan Subchi, Anggota Komisi Daniel Johan, dan sejumlah anggota Fraksi PKB DPR.

Bersama jajaran elite kedua partai, Puan dan Imin membacakan Surat Yasin dan tahlil di atas pusara Taufiq Kiemas.

Setelah itu, keduanya berjalan beriringan unt

 Imin yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPR mengungkapkan, Taufiq Kiemas bukan orang asing baginya. Almarhum sudah dianggap seperti ayah sendiri.

”Saya dan Mbak Puan Maharani, bersama-sama ziarah kubur ke ayah kami, Pak Taufiq Kiemas. Sudah lama kita berencana bareng. Alhamdulilah, hari ini bisa baca Yasin dan Tahlil untuk Pak Taufiq Kiemas yang menjadi ayah kami, guru kami yang mendampingi kami waktu sama-sama muda,” ujar Cak Imin kepada wartawan.

Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan bahwa kedekatan dirinya dengan Puan Maharani juga sudah terjalin sejak sama-sama muda.

”Dulu, waktu Mbak Puan SMA, saya mahasiswa. Kedekatan saya dan Pak Taufiq Kiemas, diawali dari gerakan mahasiswa. Kami sama-sama mem-back up Bu Mega yang di-kuyo-kuyo Orde Baru. Kita sebagai mahasiwa, aktivis, tersentuh hatinya, dan menjadi bagian dari perjuangan Bu Mega," ungkap Cak Imin.

"Dulu, saya sering mangkal. Poskonya di rumah Mbak Puan di Kebagusan. Rumah yang sejuk, indah, kaya raya,” imbuhnya.


Cak Imin mengenang, saat itu Taufiq Kiemas sering memberikan arahan dan beradu gagasan dalam pergerakan mahasiswa.
“Beliau seperti ayah sendiri. Bahkan, ketika kami SPP kurang, Pak Taufiq Kiemas membantu. Waktu melamar istri, saya nggak punya duit. Saya minta Pak Taufik Kiemas. Jadi, itu orangtua kami betul,” ungkapnya.

Karena itu, Gus Muhaimin mengaku memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk terus mendoakan Taufiq Kiemas.

"Saya pasti akan men-support Mbak Puan dalam berjuang sebagai saudara. Karena itu, ziarah berdua ini saya melihat Pak Taufiq Kiemas di atas (pusara) senyum ‘oh anakku rukun damai’. Alhamdulillah tadi berjalan dengan baik, mudah-mudahan Allah mengabulkan,” tutur Imin.

Dia juga menyampaikan terima kasih atas hadiah kue dan doa ulang tahun ke-56 tahun, yang diberikan Puan.

Terima kasih, Mbak Puan ingat ultah saya. Saya diberikan kue. Teman-teman, Pak Bambang Pacul, Pak Basarah, Pak Utut, terima kasih disiapkan kue ultah. Mudah-mudahan doanya terkabul. Saya minimal jadi wakil presiden,” kelakar pria kelahiran Jombang, 24 September 1966.

Senada dengan Cak Imin, Puan Maharani mengaku sering bertemu dan bertukar pikiran dengan bos PKB itu.
Namun, pertemuan di TMP untuk berdoa, dan dilanjutkan makan pecel pincuk ini terasa sangat spesial.

”Sebagai saudara, kakak adik yang sama-sama berjuang, dibesarkan ayah kandung saya dan ayah pergerakannnya Cak Imin, alhamdulillah kami berdua sejak dari SMA dan mahasiswa, kok sampai di kursi Ketua DPR dan Wakil Ketua DPR. Kami berharap, pertemuan ini akan membawa berkah kebersamaan,” harap Puan.

Dia berharap, pertemuannya dengan Cak Imin bisa terus dilanjutkan untuk sama-sama bergotong royong membangun bangsa.

”Harapannya, bisa terus bersama mencari pemikiran dan solusi kebersamaan membangun bangsa negara,” tuturnya.
Kebersamaan yang dimaksud, bukan hanya dalam kontestasi 2024, tapi juga pasca 2024.

”Kita tahu, kapan waktunya bertanding, kapan waktunya bersanding. Itu yang paling penting,” tegas Puan. (AY/rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo