Tangsel Uji Coba Buang Sampah Ke Cilowong
Kiriman Perdana 50 Ton
CIPUTAT-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang sepakat kerja sama pengelolaan sampah. Sejak awal Januari 2026, sampah dari Tangsel mulai dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cilowong, Kota Serang. Namun pembuangan ini masih sebatas uji coba.
Uji coba pembuangan sampah ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama antara Pemkot Tangsel dan Pemkot Serang yang telah ditandatangani pada akhir tahun lalu. Kerja sama ini membuka ruang pengelolaan sampah lintas daerah sebagai solusi sementara atas permasalahan sampah dan keterbatasan daya tampung TPA Cipeucang, Kecamatan Serpong, Kota Tangsel yang kini tengah ditata.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangsel, Tb Asep Nurdin mengatakan, bahwa sebagai tahap awal uji coba, pengiriman perdana sampah ke TPA Cilowong telah dilakukan dengan volume sekitar 50 ton.
“Betul, Pemerintah Kota Tangerang Selatan telah memulai pengiriman perdana sampah ke TPA Cilowong, Kota Serang. Pada pengiriman perdana tersebut, volume sampah yang diangkut sekitar 50 ton dan dilakukan secara bertahap serta terukur,” ujar Tb Asep Nurdin, Minggu (4/1).
Ia menjelaskan, sampah yang dikirim ke TPA Cilowong merupakan sampah baru atau sampah harian yang dihasilkan masyarakat, bukan sampah lama yang menumpuk di TPA Cipeucang.
“Sampah yang dikirim merupakan sampah baru atau sampah harian, bukan sampah lama yang berada di TPA Cipeucang. Langkah ini dilakukan agar alur pengelolaan sampah tetap terkendali dan tidak menimbulkan persoalan teknis di lapangan,” jelasnya.
Menurut Tb Asep, kerja sama pengiriman sampah lintas daerah ini masih bersifat sementara dan berada dalam tahap uji coba selama satu pekan. Selama masa tersebut, evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh bersama Pemkot Serang.
“Perlu kami sampaikan juga bahwa kerja sama ini masih dalam tahap uji coba selama satu pekan. Selama masa uji coba tersebut, kami bersama Pemerintah Kota Serang akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi teknis, operasional, maupun dampak lingkungan dan sosial,” ungkapnya.
Ia menambahkan, bahwa selama masa uji coba, volume sampah yang dikirim memang masih dibatasi. Namun ke depan jumlah tersebut akan ditingkatkan secara bertahap. “Iya, dan secara bertahap nanti akan bertambah setiap harinya,” katanya.
Tb Asep juga memastikan bahwa proses pengiriman sampah ke TPA Cilowong dilakukan menggunakan armada milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel. “Pemkot Tangerang Selatan memastikan seluruh proses pengiriman dilakukan dengan pengawasan ketat dan koordinasi lintas daerah, sambil terus menyiapkan solusi jangka panjang pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel, Bani Khosyatulloh memaparkan, bahwa setelah masa uji coba ini, volume sampah yang akan diangkut ke TPA Cilowong akan ditingkatkan secara bertahap. "500 ton. Untuk tiping fee-nya disepakati sekitar Rp 317.500 per ton," singkatnya.
Ia pun meminta doa dan dukungan masyarakat. Bani berharap upaya ini berjalan lancar dan dapat menjadi solusi dalam penanganan sampah di wilayah termuda se-Provinsi Banten ini.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 12 jam yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 5 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



