Arbani Pemuda Indonesia Ciptakan Aplikasi Bantu Cari, Solusi Digital Kehilangan Pertama di Tanah Air
JAKARTA - Indonesia kembali menunjukkan kekuatan generasi mudanya di dunia inovasi digital. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan startup, anak bangsa terus menghadirkan terobosan yang mampu bersaing dengan produk global.
Salah satu inovasi terbaru datang dari Muhammad Arbani, pemuda kelahiran 13 Oktober 1996, yang menciptakan Aplikasi Bantu Cari, platform lost and found pertama di Indonesia.
Aplikasi ini dijadwalkan resmi meluncur pada tahun 2026 dan digadang-gadang menjadi solusi digital bagi berbagai kasus kehilangan di masyarakat.
Sebagai CEO Bantu Cari, Arbani menegaskan bahwa kehadiran aplikasi ini bukan sekadar proyek teknologi, melainkan bentuk pembuktian bahwa pemuda Indonesia memiliki daya saing tinggi.
“Aplikasi Bantu Cari saya rancang untuk menunjukkan bahwa anak muda Indonesia mampu menciptakan teknologi yang bermanfaat luas bagi masyarakat,” ungkap Arbani, Jumat (9/1).
Menariknya, Bantu Cari mengusung nilai lokal khas Indonesia, yakni gotong royong, yang diadaptasi ke dalam sistem digital.
Melalui satu platform, pengguna dapat saling membantu mencari barang, hewan, kendaraan, bahkan orang yang hilang.
Dalam praktiknya, pencari dan pelapor bisa terhubung langsung, termasuk pemberian imbalan sebagai bentuk apresiasi.
“Aplikasi ini 100 persen karya anak bangsa. Konsepnya sederhana, saling membantu mencari yang hilang dalam satu ekosistem digital,” jelasnya.
Tak hanya terbatas pada barang pribadi, Bantu Cari dirancang lebih luas. Mulai dari pencarian hewan peliharaan, kendaraan, hingga laporan orang hilang dapat dilakukan dalam satu aplikasi.
Ide tersebut berangkat dari pengalaman pribadi Arbani yang pernah kehilangan kucing kesayangannya.
Lebih lanjut, Arbani menilai kondisi ekosistem digital di Indonesia sangat mendukung pengembangan aplikasi berbasis komunitas.
“Hampir semua masyarakat sudah menggunakan smartphone. Ini memudahkan komunikasi, kolaborasi, dan partisipasi aktif pengguna,” katanya.
Ke depan, Bantu Cari juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor.
Arbani menyebut pihaknya akan menjalin kerja sama dengan kepolisian, rumah sakit, shelter hewan, hingga komunitas relawan di berbagai daerah.
“Kolaborasi ini diharapkan mempercepat proses pencarian dan meningkatkan peluang keberhasilan,” tambahnya.
Dengan konsep terintegrasi, berbasis komunitas, serta memanfaatkan teknologi modern, Aplikasi Bantu Cari diproyeksikan menjadi inovasi digital yang relevan dan dibutuhkan masyarakat Indonesia di era serba digital.
Olahraga | 9 jam yang lalu
TangselCity | 21 jam yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 21 jam yang lalu


