TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak di Jalan HR Rasuna Said Dipercepat

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 06 Februari 2026 | 16:10 WIB
Tiang monorrl yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan. Foto : Ist
Tiang monorrl yang mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan. Foto : Ist

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta percepatan pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Permintaan tersebut disampaikan usai ia meninjau langsung progres pekerjaan di lapangan.

 

Pramono menilai proses pembongkaran dapat diselesaikan lebih cepat dari target awal yang direncanakan rampung pada September 2026. Ia pun meminta intensitas pekerjaan ditingkatkan secara signifikan.

 

“Saya memang mencanangkan selesai bulan September. Tapi setelah melihat langsung pekerjaan di lapangan, saya minta dipercepat. Kalau sebelumnya satu tiang dikerjakan satu hari, sekarang saya minta bisa 4 sampai 5 tiang per hari, dan itu sudah mulai dilakukan,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).

 

Menurut Pramono, saat ini pembongkaran difokuskan pada tiang-tiang yang sudah memiliki struktur beton. Pengerjaan bagian tersebut memerlukan waktu lebih lama dibandingkan tiang yang hanya berupa struktur utama.

 

“Kemarin saya lewat, sekarang yang dikerjakan adalah tiang yang sudah ada betonnya. Tentu ini membutuhkan waktu lebih lama. Namun untuk tiang-tiang yang tanpa beton, hampir semuanya sudah terpotong,” jelasnya.

 

Ia memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memantau proses pembongkaran agar berjalan sesuai perencanaan teknis dan tetap mengedepankan standar keselamatan kerja.

 

Dalam kesempatan itu, Pramono juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait anggaran pembongkaran tiang monorel yang disebut-sebut mencapai Rp100 miliar.

 

“Saya ingin meluruskan, karena masih ada anggapan bahwa pemotongan tiang monorel menelan biaya Rp100 miliar. Itu tidak benar. Anggaran Rp100 miliar tersebut digunakan secara keseluruhan, termasuk untuk saluran air, perbaikan jalan, taman, pedestrian, dan pekerjaan pendukung lainnya,” tegasnya.

 

Sebelumnya, berdasarkan pantauan redaksi pada Rabu (4/2/2026) siang, deretan besi tiang monorel di sepanjang Jalan HR Rasuna Said hingga kawasan seberang Hotel JS Luwansa—sekitar dua kilometer—telah dibongkar dan tidak lagi terlihat. Meski demikian, sejumlah fondasi tiang masih belum sepenuhnya dibersihkan.

 

Salah satunya berada di sekitar sebelum underpass Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, di mana beberapa tiang monorel yang telah mangkrak selama 21 tahun masih tampak berdiri kokoh.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit