TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

AIndonesia Runner-up Piala Asia Futsal 2026, Takluk Dramatis dari Iran Lewat Adu Penalti

Reporter & Editor : AY
Minggu, 08 Februari 2026 | 06:09 WIB
Laga final Piala Asia Futsal 2026 indonesia vs Iran. Foto : Ist
Laga final Piala Asia Futsal 2026 indonesia vs Iran. Foto : Ist

JAKARTA – Langkah heroik tim nasional futsal Indonesia untuk menorehkan sejarah emas di Asia harus terhenti secara dramatis. Meski tampil luar biasa dan sempat unggul beberapa kali, skuad Garuda akhirnya harus puas menempati posisi runner-up Piala Asia Futsal 2026 setelah kalah dari raksasa Asia, Iran, melalui adu penalti di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).

 

Laga final berlangsung dalam tensi tinggi dan penuh drama. Kedua tim bermain imbang 5-5 hingga babak tambahan waktu (extra time) berakhir. Pada babak adu penalti, Iran tampil lebih tenang dan menang dengan skor 5-4. Dua penendang Indonesia, Dewa Rizki dan Israr Megantara, gagal menuntaskan tugasnya, memastikan Iran kembali merebut mahkota juara Asia.

 

Meski gagal menjadi kampiun, pencapaian ini menjadi prestasi tertinggi sepanjang sejarah futsal Indonesia di ajang Piala Asia. Ribuan suporter yang memadati Indonesia Arena menjadi saksi kebangkitan Garuda yang kini telah sejajar dengan kekuatan utama futsal Benua Kuning.

 

Babak Pertama Penuh Kejutan

Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi. Indonesia langsung mengancam lewat sepakan Rio Pangestu, namun kiper Iran Bagher Mohammadi masih sigap mengamankan gawangnya. Iran justru membuka keunggulan pada menit ketiga melalui sepakan kapten legendaris mereka, Hossein Tayebi.

 

Tertinggal satu gol tak membuat mental anak asuh Hector Souto goyah. Pada menit ketujuh, Reza Gunawan menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan bola pantul hasil tembakan Dewa Rizki.

 

Momentum berbalik ke pihak tuan rumah. Menit kedelapan, kiper Ahmad Habiebie mengirim umpan panjang akurat yang diselesaikan sempurna oleh Israr Megantara, membawa Indonesia unggul 2-1. Tak berselang lama, Israr kembali mencatatkan namanya di papan skor dan memperlebar keunggulan menjadi 3-1.

 

Iran mendapat peluang emas melalui titik putih akibat pelanggaran keenam Indonesia, namun Ahmad Habiebie tampil heroik dengan menggagalkan penalti Salar Aghapour. Iran baru mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Mahdi Karimi menjelang turun minum. Skor 3-2 menutup babak pertama.

 

Drama Power Play dan Extra Time

Memasuki babak kedua, Iran meningkatkan tekanan. Saeid Ahmad Abbasi menyamakan skor menjadi 3-3 pada menit ke-23 melalui tendangan bebas. Indonesia merespons cepat, satu menit berselang Samuel Eko kembali membawa Garuda unggul 4-3.

 

Menjelang akhir waktu normal, Iran menerapkan strategi power play. Taktik ini membuahkan hasil saat Mahdi Karimi mencetak gol keduanya pada menit ke-37, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu.

 

Di babak tambahan kedua, Israr Megantara melengkapi penampilan gemilangnya dengan hattrick pada menit ke-49, membawa Indonesia unggul 5-4 dan membuka asa juara. Namun, keunggulan itu hanya bertahan beberapa detik. Salar Aghapour melepaskan tembakan keras yang kembali menyamakan kedudukan menjadi 5-5 hingga peluit panjang berbunyi.

 

Penalti Jadi Penentu

 

Pada babak adu penalti, pengalaman dan kematangan mental pemain Iran menjadi pembeda. Indonesia harus mengakui keunggulan lawan, namun performa Garuda sepanjang turnamen—terutama di partai final—menegaskan bahwa jarak kualitas futsal Indonesia dengan elite Asia kini semakin menipis.

 

Kekalahan ini bukan akhir, melainkan awal era baru bagi futsal Indonesia. Garuda telah terbang tinggi, dan Asia kini tahu: Indonesia bukan lagi kuda hitam, melainkan kekuatan baru. 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit