DPRD Desak Pemkot Segel Pabrik Beton Di Jalan Ciater
Temukan IMB Sudah Tak Sesuai Sejak 2016
SERPONG-Imbas bocornya tabung pabrik beton PT Adhimix, di Jalan Ciater Raya, Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Komisi I DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel mengambil langkah tegas. Dewan meminta pabrik beton tersebut disegel.
Desakan penyegelan disampaikan saat Komisi I DPRD Tangsel melakukan inspeksi langsung ke lokasi pabrik. Kunjungan itu dipimpin Ketua Komisi I DPRD Tangsel Ledy MP Butar Butar dan dihadiri anggota Komisi I Rizki Jonis, Syauqi Farhan, Nabil Ahmad Fauzi, serta pimpinan DPRD Tangsel Mustopa pada Kamis (19/2).
Ketua Komisi I DPRD Tangsel, Ledy MP Butar Butar menyampaikan, hasil penelusuran menunjukkan bahwa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan tata ruang perusahaan masih mengacu pada masa Kabupaten Tangerang. “Ketika dicek terkait pemanfaatan lahan, sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini,” ujar Ledy.
Ia menegaskan, penggunaan lahan dinilai tidak lagi sesuai dengan izin yang pernah diterbitkan sehingga perusahaan wajib melakukan pembaruan perizinan. “Saya sampaikan ke mereka, kalian harus perbarui izinnya. Termasuk penggunaan air tanah, izin B3, IPL, UKL, dan IMB-nya,” paparnya.
Ledy menambahkan, kondisi perizinan tersebut sudah tidak relevan dengan situasi sejak 2016. Menurutnya, berbagai alasan yang disampaikan pihak perusahaan tidak dapat dijadikan pembenaran untuk menunda pembaruan izin.
Atas temuan tersebut, Komisi I DPRD Tangsel mendesak Pemkot Tangsel melalui Satpol PP untuk segera melakukan penyegelan apabila terbukti melanggar ketentuan. “Dengan kejadian ini saya meminta sekaligus mendesak Pemkot Tangsel melalui Satpol PP, paling lambat besok Jumat disegel, sekalipun sudah tidak ada kegiatan operasi di sana,” tegasnya.
Ia bahkan meminta agar DPRD turut dilibatkan jika penyegelan dilakukan. “Kalau seandainya mau menyegel juga kasih tahu kami pihak DPRD Tangsel agar kami turun ke lapangan, dan saya akan minta media massa untuk meliput penyegelan ini,” pungkasnya.
Anggota Komisi I DPRD Tangsel, Rizki Jonis menyebut, insiden kebocoran tabung di pabrik beton itu menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek perizinan perusahaan. Menurutnya, kejadian tersebut membuka fakta yang selama ini luput dari pengawasan.
Ia menjelaskan, pasca insiden tersebut pihaknya langsung melakukan pengecekan lapangan bersama sejumlah instansi terkait. Dari hasil peninjauan, perusahaan telah memaparkan langkah penanganan pascakejadian.
“Mereka sudah menjelaskan penanggulangan pasca kejadian tersebut. Dinas Kesehatan juga sudah turun mengecek lokasi penduduk yang ada di sana. Alhamdulillah sebagian besar masyarakat di sana sehat,” ungkap Rizki.
Dalam kunjungan tersebut, Komisi I turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, DPMPTSP Tangsel, Dinas Kesehatan, tim dari Kementerian Kesehatan, serta Camat dan Lurah setempat.
Namun, menurut Jonis, aparat wilayah mengaku tidak mengetahui secara pasti status perizinan perusahaan tersebut. “Setelah kita cek, Camat dan Lurah tidak mengetahui adanya masalah perizinan PT Adhimix tersebut. Bahkan Pak RT juga tidak tahu apakah di situ ada izinnya atau tidak,” katanya.
Rizki Jonis juga mengaku, telah mengonfirmasi langsung ke DPMPTSP terkait adanya pengajuan izin baru dari pihak perusahaan. “Saya cek ke DPMPTSP, apakah ada proses pengajuan perizinan dari PT Adhimix RMC Indonesia, ternyata tidak ada sama sekali,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, abu tebal menyelimuti kawasan Jalan Ciater Raya, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong pada Senin (16/2). Abu tersebut merupakan semen dari salah satu pabrik bahan pengecoran beton di wilayah itu.
Keberadaan abu itu sangat menggangu kenyamanan warga sekitar dan pengguna jalan. Peristiwa ini diduga akibat adanya kebocoran tabung milik PT Adhimix.
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu




