TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Cabe Rawit Makin “Pedas”, Harga Tembus Rp140 Ribu per Kg di Awal Ramadan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 21 Februari 2026 | 08:51 WIB
Cabe di pasar tradisional. Foto : Ist
Cabe di pasar tradisional. Foto : Ist

JAKARTA – Harga cabe rawit merah kian “pedas” menjelang Ramadan. Di sejumlah pasar di Jakarta, harganya menembus Rp140 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram (kg), naik tajam dibanding pekan sebelumnya.

 

Hasil inspeksi mendadak (sidak) Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, ke Pasar Minggu dan Pasar Jatinegara, Jakarta, Jumat (20/2/2026), menunjukkan harga cabe rawit merah sudah setara dengan daging sapi, yakni di kisaran Rp140 ribu–Rp150 ribu per kg.

 

“Cabe ini agak naik karena musim penghujan,” ujar Rizal saat meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Jatinegara. Ia menjelaskan, kenaikan signifikan dipicu cuaca buruk dan gangguan distribusi. “Satu minggu terakhir hujan terus, distributor kesulitan menyiapkan pasokan,” katanya.

 

Di Pasar Minggu, harga cabe rawit merah tercatat Rp140 ribu per kg, melonjak dari harga normal Rp70 ribu–Rp90 ribu per kg. Kenaikan juga terjadi pada jenis cabe lain. Cabe merah besar naik dari Rp60 ribu menjadi Rp80 ribu per kg, sementara cabe keriting dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kg.

 

Di Pasar Jatinegara, harga lebih tinggi lagi. Cabe rawit merah dijual hingga Rp150 ribu per kg, naik sekitar Rp60 ribu dari harga sebelumnya Rp90 ribu per kg.

Kondisi serupa terjadi di Jakarta Barat. Nuh (65), pedagang sayur di Pasar Tomang Barat, Grogol Petamburan, menyebut harga cabe rawit merah kini berada di kisaran Rp110 ribu per kg, dari sebelumnya Rp50 ribu–Rp60 ribu per kg. “Seminggu sebelum puasa sudah mulai naik,” ujarnya.

 

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per Jumat (20/2/2026) pukul 15.46 WIB, harga cabe rawit merah di Banten tercatat Rp101.875 per kg. Di Pasar Tradisional Surabaya, harga juga melonjak hingga Rp125 ribu per kg sejak Selasa (17/2/2026).

 

Sementara itu, Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga rata-rata cabe rawit merah sebesar Rp95.500 per kg pada Jumat (20/2/2026) pukul 09.06 WIB.

 

Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyatakan lonjakan harga lebih disebabkan faktor cuaca. Menurutnya, produksi di tingkat petani sebenarnya melimpah, namun distribusi terhambat akibat hujan yang turun terus-menerus.

 

“Lebih ke faktor hujan yang mendominasi,” kata Budi di kantornya, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Kemendag telah berkoordinasi dengan asosiasi petani untuk memastikan pasokan kembali lancar. Pemerintah juga terus memantau kondisi pasar bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan Satgas Pangan guna menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan.

 

Senada, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional, I Gusti Ketut Astawa, menegaskan kenaikan harga bukan karena kekurangan stok, melainkan terganggunya proses panen akibat curah hujan tinggi.

 

“Barang banyak di standing crop, tetapi petani tidak berani memetik saat hujan deras. Akibatnya, pasokan tersendat,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

 

Untuk meredam lonjakan harga, Badan Pangan Nasional menggelontorkan pasokan ke sejumlah pasar. Distribusi ditargetkan minimal 2 ton cabe rawit merah per hari selama dua pekan ke depan ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, dan Pasar Tanah Tinggi, Tangerang. Pasokan berasal dari sentra produksi di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, dan Aceh.

 

Di tingkat petani, harga dipatok Rp45 ribu per kg. Pedagang pasar induk menyerap dengan harga Rp50 ribu per kg dan diharapkan menjual ke konsumen pada kisaran Rp60 ribu–Rp65 ribu per kg.

 

“Kalau tidak kita intervensi, harga di hilir bisa ratusan ribu. Dua pasar ini kita dorong agar harga turun Rp10 ribu sampai Rp15 ribu,” kata Astawa.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit