TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Dibalik Jeruji Besi Warga Lapas Rangkasbitung Khataman Al-Qur’an

Selama Bulan Ramadan

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Rabu, 25 Februari 2026 | 09:30 WIB
TADARUS. Warga binaan Lapas Kelas III Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, sedang melaksanakan tadarus Al-Qur’an dalam program One Day One Juz di Masjid Jami At-Taubah di dalam lingkungan lapas, Selasa (24/2).
TADARUS. Warga binaan Lapas Kelas III Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, sedang melaksanakan tadarus Al-Qur’an dalam program One Day One Juz di Masjid Jami At-Taubah di dalam lingkungan lapas, Selasa (24/2).

LEBAK - Suasana Ramadan menghadirkan nuansa berbeda di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Di balik jeruji besi, ratusan warga binaan telah melakukan kegiatan khataman Al-Qur'an. 

 

Setiap harinya, puluhan warga binaan tampak khusyuk mengikuti tadarus Al-Qur’an dalam program One Day One Juz yang digelar di Masjid Jami At-Taubah di dalam lingkungan lapas. Program ini menargetkan setiap peserta mampu mengkhatamkan Al-Qur’an selama bulan Ramadan.

 

Tak hanya bagi yang sudah lancar membaca, pihak lapas juga membuka kelas Iqro bagi warga binaan yang masih belajar dasar membaca huruf hijaiyah. Mereka dibimbing oleh sesama warga binaan yang berperan sebagai guru ngaji. Target jelas, memberantas buta huruf Al-Qur'an di dalam lapas.

 

Salah satu warga binaan, Alvian Arief Munawar, mengaku kegiatan tersebut membawa perubahan besar dalam kesehariannya.

 

“Program ini membuat kami lebih disiplin dan punya target ibadah yang jelas. Rasanya waktu di dalam lapas jadi lebih bermanfaat,” kata Alvian, Selasa (24/2).

 

Dia mengungkapkan, ada 12 warga binaan yang secara khusus ditargetkan membaca lima juz per hari, secara berkelompok.

 

“Kalau dikumpulkan, dalam sehari kami bisa dua kali khatam Al-Qur’an secara bersama-sama, biasanya dilakukan pada malam hari,” katanya.

 

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya menyelesaikan target bacaan, tetapi menjaga konsistensi dan keikhlasan selama menjalankannya.

 

Sementara, Kepala Lapas Kelas III Rangkasbitung, Muarif Khakim, menyebut antusiasme warga binaan di luar perkiraan.

 

“Selama Ramadan, peningkatan partisipasi warga binaan dalam kegiatan keagamaan sangat signifikan. Mereka tidak hanya tadarus, tetapi juga mengikuti tausiah dan menyaksikan pemutaran video tentang sejarah serta kebudayaan Islam,” jelasnya.

 

Saat ini, Lapas Kelas III Rangkasbitung menampung 298 warga binaan dari berbagai kasus. Muarif berharap program pembinaan keagamaan tersebut mampu membentuk pribadi yang lebih baik dan memperkuat keimanan para warga binaan.

 

“Kami ingin mereka kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab, dengan bekal nilai-nilai agama yang kuat,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit