Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Fokus Pendidikan hingga Kebudayaan
JAKARTA – Dana abadi yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kini mencapai Rp180,8 triliun. Anggaran tersebut menjadi penopang pembiayaan pendidikan, riset, penguatan perguruan tinggi, serta pelestarian kebudayaan nasional.
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto, menjelaskan dana abadi berbeda dengan anggaran belanja pada umumnya. Pokok dana tidak boleh digunakan karena merupakan aset permanen negara. Yang dimanfaatkan hanyalah hasil pengembangannya.
Dari total Rp180,8 triliun, sebesar Rp149,8 triliun dialokasikan untuk dana abadi pendidikan sebagai sumber utama program beasiswa. Sementara Rp14 triliun diperuntukkan bagi dana abadi penelitian guna memperkuat ekosistem riset nasional.
Selain itu, Rp11 triliun dialokasikan untuk dana abadi perguruan tinggi guna meningkatkan daya saing kampus Indonesia, serta Rp6 triliun untuk dana abadi kebudayaan yang difokuskan pada pelestarian dan pengembangan budaya nasional.
Dalam pengelolaannya, LPDP berkolaborasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Kementerian Agama.
Sepanjang 2020–2025, pemanfaatan hasil pengembangan dana abadi dinilai tetap sehat. Pada 2025, realisasi belanja tercatat Rp11,19 triliun dari pagu Rp11,15 triliun, menghasilkan surplus yang kemudian diakumulasikan kembali untuk memperluas program beasiswa, riset, penguatan perguruan tinggi, dan kebudayaan.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 18 jam yang lalu
Lifestyle | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 22 jam yang lalu




