TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Kemenhan Bantah Terlibat Impor 105 Ribu Mobil dari India

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 27 Februari 2026 | 09:28 WIB
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo saat konferensi pers. Foto : Ist
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo saat konferensi pers. Foto : Ist

JAKARTA – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan) menegaskan tidak terlibat dalam rencana impor 105 ribu unit kendaraan niaga dari India yang dilakukan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk kebutuhan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

 

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait memastikan kabar yang menyebut impor tersebut dibekingi Kemenhan tidak benar.

 

“Tidak benar Kemenhan melakukan pemudahan atau terlibat dalam proses impor itu,” ujar Rico di Jakarta, Rabu (25/2/2026).

 

Isu tersebut mencuat setelah beredar narasi di media sosial yang mengaitkan impor dengan hibah empat unit Mahindra Scorpio produksi Mahindra & Mahindra kepada Kemenhan.

 

Rico mengakui pada Desember 2025 Kemenhan menerima hibah empat kendaraan melalui Agrinas. Namun, hibah itu disebut berdiri sendiri dan tidak berkaitan dengan rencana impor 105 ribu unit kendaraan dari India.

 

Empat kendaraan tersebut telah disalurkan ke satuan TNI untuk mendukung operasi tanggap darurat di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, termasuk distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan.

 

Sementara itu, Agrinas berencana mengimpor total 105.000 unit kendaraan senilai Rp24,6 triliun, terdiri dari 35.000 unit Scorpio 4x4 dari Mahindra, 35.000 unit pick up Yodha, serta 35.000 unit truk ringan Ultra T.7 dari Tata Motors.

 

Rencana impor ini menuai kritik dari kalangan DPR dan industri otomotif nasional. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bahkan meminta agar kebijakan tersebut ditunda.

 

Meski demikian, Agrinas tetap melanjutkan proses impor dan telah membayar uang muka Rp7,3 triliun. Sejumlah unit kendaraan juga dilaporkan telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dan Surabaya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit