Tangsel Pastikan Miliki 28 SMP Negeri Di 2027
SERPONG-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus berupaya memenuhi ketersediaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri. Dipastikan pada 2027 nanti, Kota Tangsel sudah memiliki 28 SMP Negeri.
“Salah satu prioritas kami adalah pembangunan dua SMP baru, yakni SMP 27 di eks SDN Pondok Pucung 03 dan SMP 28 di eks SDN Jombang 05. Ini untuk menjawab kebutuhan sarana pendidikan seiring pertumbuhan penduduk. Sehingga nanti pada 2027 sudah memiliki 28 SMP,” ujar Ade Suprizal, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel, Minggu (1/3).
Menurutnya, penambahan unit sekolah baru menjadi langkah konkret untuk memperluas akses pendidikan dan mengurangi kepadatan di sekolah negeri yang sudah ada.
Selain sektor pendidikan, DCKTR juga akan membangun alun-alun serta melakukan perluasan kawasan Masjid Al I’tishom di Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Kecamatan Ciputat.
“Alun-alun ini bukan sekadar ruang terbuka, tetapi akan menjadi ruang interaksi publik yang representatif. Kita ingin pusat pemerintahan juga memiliki ruang komunal yang layak bagi masyarakat,” jelasnya.
Penataan ulang kawasan Islamic Centre Serpong juga masuk dalam agenda 2027. Kawasan tersebut akan ditata agar lebih tertib, nyaman, dan fungsional sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial.
Tak hanya itu, DCKTR juga menyiapkan pembangunan gedung kantor dan prasarana pendukung di kawasan perkantoran Setu, termasuk fasilitas untuk Pengadilan Negeri serta sarana penunjang lainnya.
Di sektor layanan dasar, DCKTR menargetkan perluasan sambungan rumah air minum perpipaan aman bagi ribuan rumah tangga. Selain itu, pembangunan septic tank individual dan penguatan sistem pengelolaan air limbah domestik juga terus didorong.
“Kita ingin cakupan air bersih dan sanitasi aman terus meningkat. Infrastruktur dasar ini sangat menentukan kualitas hidup masyarakat,” tegas Ade.
DCKTR juga menindaklanjuti rencana perpanjangan MRT Lebak Bulus–Serpong melalui penyesuaian rencana detail tata ruang (RDTR), sekaligus mendorong pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD).
“Penataan ruang harus mengantisipasi perkembangan transportasi massal. Jangan sampai pembangunan tidak terintegrasi,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya juga akan membentuk Unit Penataan Kota untuk menerapkan insentif dan disinsentif tata ruang, serta mengimplementasikan rencana aksi menuju bangunan nol emisi karbon.
“Semua program ini kami arahkan untuk mewujudkan kota yang berketahanan, terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan. Pembangunan bukan hanya membangun fisik, tapi membangun kualitas hidup warga Tangsel,” tandasnya.
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 13 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



