TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Sampah Menumpuk di Kramat Jati, Ditargetkan Rampung dalam Sepekan

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 06 April 2026 | 11:37 WIB
Sampah fi Jramat Jati. Foto : Ist
Sampah fi Jramat Jati. Foto : Ist

JAKARTA – Penumpukan sampah di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, dikeluhkan warga. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan penanganan masalah tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 7–8 hari ke depan.

 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut penumpukan sampah terjadi akibat gangguan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, khususnya di zona 4A. Gangguan ini menyebabkan aktivitas pengangkutan sampah menjadi terhambat.

 

“Nanti detailnya akan dijelaskan Dirut Pasar Jaya. Mudah-mudahan tujuh sampai delapan hari lagi selesai. Saat ini sedang ditangani,” ujar Pramono di Pasar Gardu Asem, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

 

Menurutnya, dampak dari gangguan di zona 4A tersebut memicu keterlambatan distribusi sampah, termasuk ke wilayah Kramat Jati, sehingga terjadi penumpukan yang lebih besar dari biasanya. Pemprov DKI, lanjutnya, telah menerjunkan tim untuk mempercepat proses pengangkutan.

“Memang dampaknya berantai dari zona 4A Bantar Gebang hingga ke kondisi saat ini. Saya sudah meminta Dirut Pasar Jaya agar penanganan di Kramat Jati segera diselesaikan,” tambahnya.

 

Sebelumnya, gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dilaporkan menyebabkan tembok pembatas antara area sampah, kali, dan permukiman warga jebol. Akibatnya, sampah meluber ke lingkungan sekitar.

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat dua titik tembok yang jebol. Satu titik memiliki lebar sekitar 10 meter, sementara titik lainnya sekitar 2 meter.

Salah satu warga setempat, Tuswadi, mengungkapkan bahwa kerusakan tembok yang lebih kecil terjadi sekitar pertengahan Maret, sedangkan kerusakan yang lebih besar sudah berlangsung sekitar dua bulan.

 

“Kalau yang ini (sekitar 2 meter) setengah bulan lalu. Jebolnya malam hari,” ujarnya.

 

Ia juga mengeluhkan bau menyengat dari sampah yang semakin parah setelah tembok jebol.

 

“Baunya sangat menyengat. Apalagi kalau tertiup angin, makin terasa. Sejak jebol ini jadi lebih parah,” tutupnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit