Pemkot Tangerang Targetkan Perbaikan Rutilahu 1.000 Rumah Di 2026
TANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menggencarkan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) pada tahun 2026 ini sebagai upaya meningkatkan kualitas hunian Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Melalui program itu, pemerintah menargetkan perbaikan sekitar 1.000 rumah setiap tahun selama periode pembangunan daerah.
Kepala Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Tangerang, Decky Priambodo mengatakan, kebutuhan pembetulan rumah di Kota Tangerang sebenarnya jauh lebih besar dibandingkan kemampuan anggaran yang tersedia.
“Kalau bicara kebutuhan, jumlahnya bisa lebih dari 10 ribu. Tapi kemampuan kita tentu terbatas, sehingga harus ada skala prioritas. Yang belum tertangani tahun sekarang akan dimasukkan dalam prioritas tahun berikutnya,” ujar Decky dalam kegiatan Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Rutilahu 2026, di Ruang Akhlaqul Karimah Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Kamis (9/4).
Ia menjelaskan, sejak program rutilahu digulirkan pada 2014, Kota Tangerang menjadi salah satu daerah dengan realisasi renovasi rumah terbanyak di Provinsi Banten. Setiap tahun, rata-rata sekitar 1.000 rumah diperbaiki melalui program tersebut.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkot Tangerang kini menggunakan sistem pendataan berbasis digital. Melalui sistem ini, setiap usulan pemugaran rumah dari kecamatan dapat dipantau dan diprioritaskan berdasarkan kondisi rumah yang paling membutuhkan penanganan.
“Data yang kami gunakan semuanya sudah terdokumentasi. Jadi bisa dilihat mana yang lebih prioritas karena kondisinya lebih parah dibandingkan yang lain,” ucapnya.
Selain meningkatkan kualitas hunian, program bedah rumah di Kota Tangerang juga diintegrasikan dengan berbagai program sosial lainnya, seperti penanganan stunting dan penyakit Tuberkulosis (TBC).
Decky menuturkan, kondisi rumah yang tidak sehat seperti ventilasi buruk, sanitasi tidak memadai dan lingkungan lembab dapat memperburuk kondisi kesehatan keluarga, terutama anak-anak. “Intervensi stunting tidak cukup hanya dengan memperbaiki pola makan. Lingkungan tempat tinggal pun harus sehat. Kalau rumahnya pengap, bocor dan sanitasi buruk, anak-anak akan mudah sakit sehingga pertumbuhannya terganggu,” katanya.
Oleh karenanya, Perkimtan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan perangkat daerah lainnya untuk mengidentifikasi keluarga MBR yang memiliki anak berisiko stunting atau anggota keluarga dengan TBC.
Sementara Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono menyampaikan, Pemkot Tangerang juga melakukan percepatan pembangunan terhadap 100 rumah prioritas kategori RTLH pada tahun 2026. Program tersebut difokuskan bagi rumah yang mengalami kerusakan berat maupun terdampak langsung oleh cuaca ekstrem.
Menurutnya, hingga 2026 tercatat sebanyak 10.656 unit rumah di Kota Tangerang telah berhasil direhabilitasi melalui kolaborasi pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN). “Kami melibatkan berbagai unsur di wilayah sehingga target pembangunan dapat diprioritaskan, termasuk bagi warga terdampak cuaca ekstrem. Pembenahan terhadap target 1.000 rumah dilaksanakan secara bertahap,” terangnya.
Lalu, Pemkot Tangerang memberikan kemudahan administratif berupa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) gratis bagi penerima manfaat. Kelompok Masyarakat (Pokmas) sebagai pelaksana pembangunan pun difasilitasi melalui pelatihan serta perlindungan asuransi BPJS Ketenagakerjaan.
“Pemerintah hadir melalui kebijakan pembebasan BPHTB dan PBG untuk meringankan beban masyarakat. Tidak hanya pemilik rumah yang merasakan manfaat, tetapi juga para pekerja yang terlibat dalam pembangunan,” tambahnya.
Dirinya ingin, pelaksanaan program perbaikan RTLH dapat terus berjalan secara berkualitas dan tepat waktu sehingga mampu mengurangi kawasan kumuh serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Lakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan profesional, karena yang kita bangun adalah keamanan dan keselamatan jiwa warga,” pungkasnya.
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Opini | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu


