Pegiat Literasi Tekankan Peran Orang Tua Awasi Anak Dari Gadget
CIPUTAT-Maraknya penggunaan gadget dan media sosial (medsos) dinilai berdampak pada menurunnya minat baca anak. Kondisi ini mendorong pentingnya peran orang tua dalam membangun budaya literasi sejak usia dini.
Pendiri sekaligus Ketua Umum Gerakan Masyarakat Gemar Membaca (Magma) Tangerang Selatan (Tangsel), Herlina Mustikasari mengatakan, kebiasaan membaca harus dimulai dari lingkungan keluarga. Anak, kata dia, cenderung meniru perilaku orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak itu seperti kertas putih. Apa yang dilihat dari orang tuanya akan ditiru, termasuk kebiasaan membaca,” ujarnya, Minggu (12/4).
Ia menyoroti, kebiasaan sebagian orang tua yang lebih memilih memberikan gadget saat anak rewel dibanding mengenalkan buku. Hal tersebut dinilai berdampak langsung terhadap rendahnya minat baca anak sejak dini.
Menurut Herlina, langkah sederhana seperti menyediakan buku di rumah, membacakan dongeng, hingga memberi contoh kebiasaan membaca dapat menjadi cara efektif menumbuhkan ketertarikan anak terhadap buku.
“Kalau sejak kecil anak sudah terbiasa melihat orang tuanya membaca, maka akan tumbuh rasa ingin tahu terhadap buku,” katanya.
Bagi anak yang sudah terlanjur akrab dengan gadget, ia menyarankan, pendekatan secara bertahap. Orang tua perlu menyesuaikan bahan bacaan dengan minat anak, seperti buku bergambar atau cerita tokoh favorit.
“Jangan memaksakan selera orang tua, tapi ikuti minat anak. Dari situ anak akan mulai tertarik dengan buku,” tambahnya.
Selain itu, pengawasan terhadap penggunaan gadget juga dinilai penting. Orang tua diminta tegas dalam membatasi waktu penggunaan agar anak tidak mengalami ketergantungan.
“Lebih baik anak menangis saat kecil karena dibatasi, daripada saat remaja orang tua sudah tidak bisa mengontrol,” tegasnya.
Ia juga mendorong adanya aturan yang jelas di rumah terkait pembagian waktu antara membaca dan penggunaan gadget, serta pentingnya pendampingan orang tua dalam mengakses konten digital.
“Bukan melarang sepenuhnya, tapi mengatur dan mendampingi. Harus ada waktu khusus untuk membaca dan waktu tertentu untuk menggunakan gadget,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni menilai, ketersediaan fasilitas literasi yang mudah dijangkau masyarakat turut berperan dalam meningkatkan minat baca.
“Fasilitas membaca yang dekat dengan masyarakat tentu akan membantu menumbuhkan minat baca, terutama bagi anak-anak,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara keluarga, lingkungan, dan penyedia fasilitas literasi dapat memperkuat budaya membaca di tengah tantangan era digital.
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu


