TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Guru Besar UIN Jakarta Tekankan Guru Harus Adaptif & Melek AI

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 15 April 2026 | 07:10 WIB
PENDIDIKAN. Guru Besar Bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Muhammad Zuhdi.
PENDIDIKAN. Guru Besar Bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Muhammad Zuhdi.

CIPUTAT TIMUR-Sistem pendidikan nasional dinilai perlu dirancang lebih seimbang dengan memadukan kurikulum inti yang bersifat fundamental dan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Hal tersebut disampaikan Guru Besar Bidang Ilmu Pengembangan Kurikulum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Muhammad Zuhdi.

 

Ia menekankan, pendidikan harus tetap berpijak pada ilmu dasar sebagai fondasi utama, namun tetap terbuka terhadap dinamika perubahan. Dalam praktiknya, konsep ini sejatinya telah lama diterapkan, baik di lingkungan pesantren maupun pendidikan modern.

 

Menurutnya, di pesantren terdapat pengajaran ilmu dasar seperti nahwu, sharaf, dan mantiq sebagai fondasi berpikir. Sementara dalam sistem pendidikan Barat, kemampuan membaca, menulis, dan berhitung menjadi dasar utama yang wajib dikuasai setiap individu, apa pun profesinya.

 

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa metode pembelajaran tidak boleh stagnan. Perkembangan zaman menuntut adanya inovasi dalam cara mengajar, termasuk kesiapan tenaga pendidik dalam menyesuaikan diri.

 

“Saya kira mestinya memang ada desain mata pelajaran atau kompetensi yang sifatnya tetap, yang harus dikuasai semua orang. Tapi di sisi lain, cara mengajarnya juga harus mengikuti perkembangan zaman, dan yang paling penting mindset guru juga harus berubah, karena kalau tidak perubahan itu tidak akan terasa,” ujarnya, Selasa (14/4).

 

Ia juga menyoroti perubahan kurikulum di Indonesia yang kerap belum memberikan dampak signifikan. Kondisi ini, menurutnya, terjadi karena pembaruan kebijakan tidak diikuti perubahan pola pikir guru sebagai ujung tombak pembelajaran.

 

Selain itu, tantangan geografis Indonesia yang luas turut memengaruhi distribusi dan implementasi kebijakan pendidikan. Proses penyebaran kebijakan dari pusat ke daerah, terutama wilayah terpencil, dinilai masih membutuhkan waktu panjang sehingga berdampak pada ketimpangan penerapan kurikulum.

 

“Perubahan kurikulum harus diiringi dengan perubahan pola pikir guru, karena jika mindset gurunya masih sama perubahan itu tidak akan terasa pada peserta didik. Ditambah lagi, dengan kondisi wilayah Indonesia yang luas sehingga implementasi kebijakan dari pusat ke daerah terpencil masih sulit dan membutuhkan waktu yang panjang. Sehingga ketidakmerataan kurikulum pembelajaran di Indonesia semakin terasa,” jelasnya.

 

Dalam konteks perkembangan teknologi, ia menilai kehadiran Artificial Intelligence (AI) tidak dapat dihindari dalam dunia pendidikan. Namun, pemanfaatannya harus diarahkan untuk mendukung kemampuan manusia, bukan menggantikannya.

 

Ia menegaskan, manusia tetap memiliki keunggulan yang tidak dimiliki teknologi, seperti pengalaman spiritual, kedalaman emosi, serta kemampuan menjalin relasi sosial.

 

“AI itu harus digunakan untuk mempermudah kehidupan manusia, meningkatkan lagi daya pikir dan daya eksploratif manusia. Tapi tetap, manusia harus berpikir lebih dari AI, karena ada hal-hal seperti pengalaman spiritual dan relasi sosial yang tidak bisa digantikan oleh teknologi secanggih apapun itu,” ujarnya.

 

Ia mengingatkan, pentingnya pemerataan akses pendidikan sebagai bagian dari keadilan sosial. Negara dinilai memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh anak mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

 

Menurutnya, upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya melalui perubahan kebijakan semata. Diperlukan langkah menyeluruh yang mencakup perubahan pola pikir pendidik, pemanfaatan teknologi secara bijak, serta komitmen kuat dalam menghadirkan akses pendidikan yang merata di seluruh Indonesia.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit