Forum KWT Tangsel Perkuat UMKM Lewat Gertam
CIPUTAT-Gerakan Tanam Serentak (Gertam) gagasan Forum Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus menunjukkan perkembangan.
Program ini tidak hanya mendorong ketahanan pangan, tetapi juga mulai diarahkan untuk memperkuat sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Kegiatan yang digelar di BPP Jombang, Ciputat, Rabu (23/4), diikuti perwakilan KWT dari berbagai kecamatan. Selain penanaman, agenda juga diisi dengan halalbihalal sebagai upaya mempererat kebersamaan antaranggota.
Ketua Forum KWT Tangsel, Sri Agustin mengatakan, penguatan soliditas kelompok menjadi langkah awal sebelum masuk pada pengembangan usaha berbasis hasil pertanian.
“Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, sebelum kembali fokus pada inovasi pascapanen dan pengembangan produk UMKM di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program Gertam yang telah berjalan sejak 2025 menjadi salah satu strategi dalam memanfaatkan lahan di wilayah perkotaan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Menurutnya, hasil panen ke depan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi perlu diolah agar memiliki nilai tambah.
“Harapannya, hasil panen bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas,” jelasnya.
Saat ini, sebanyak 50 KWT terlibat aktif dalam kegiatan tersebut dari total 74 kelompok yang tersebar di tujuh kecamatan di Tangsel.
Ke depan, Forum KWT berencana menerapkan pola tanam berbasis komoditas unggulan di tiap kecamatan. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan produk khas wilayah yang mudah dikenali masyarakat.
Sebelumnya, sejumlah komoditas telah dikembangkan, seperti cabai rawit merah varietas Juita L5, terong M72, serta jagung pulut. Pengembangan ini juga mendapat dukungan dari pihak swasta dalam penyediaan bibit.
Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Tangsel, Achmad Supriyarna mengapresiasi peran aktif KWT dalam menggerakkan pertanian perkotaan. “Peran KWT sangat penting, tidak hanya dalam ketahanan pangan, tetapi juga dalam mendorong ekonomi masyarakat. Kolaborasi ini perlu terus diperkuat,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pihak swasta dapat terus berjalan agar program yang dijalankan memberikan dampak nyata.
Selain kegiatan tanam, pertemuan tersebut juga membahas peluang penguatan manajemen kelompok hingga strategi pemasaran, termasuk pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan produk.
Program Gertam 2026 direncanakan kembali dimulai pada Agustus dengan target panen raya pada Desember mendatang. Dengan pengembangan yang lebih terarah, KWT Tangsel diharapkan mampu menjadi penggerak pertanian urban sekaligus memperkuat ekonomi berbasis komunitas.(rmn)
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 23 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 22 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 12 jam yang lalu



