Sulap Kaos Bekas Jadi Tas Kekinian, Dekranasda Dorong UMKM Tangsel Naik Kelas
SETU - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tangerang Selatan terus mendorong tumbuhnya pelaku ekonomi kreatif berbasis keterampilan masyarakat. Salah satunya melalui workshop pembuatan tote bag tanpa jahit dari bahan kaos bekas yang digelar di Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Senin (11/5).
Kegiatan tersebut diikuti pengurus Dekranasda Kelurahan Muncul dengan tujuan meningkatkan kreativitas sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya kaum ibu.
Ketua Dekranasda Kota Tangsel, RR Truetami Ajeng Soediutomo Pilar mengatakan, saat ini pemerintah pusat tengah memberi perhatian besar terhadap subsektor kriya dalam pengembangan ekonomi kreatif. Karena itu, berbagai pelatihan keterampilan perlu dimanfaatkan secara serius oleh masyarakat.
“Beberapa waktu lalu saya melihat di kecamatan dan kelurahan sudah banyak pelatihan kreatif. Di Kademangan misalnya ada pelatihan bros dengan teknik sulam. Setelah itu saya bertemu dengan pihak kementerian membahas ekonomi kreatif, lalu saya perlihatkan hasilnya,” ujarnya.
Menurut Ajeng, hasil karya masyarakat Tangsel mendapat perhatian positif dari kementerian. Bahkan, pemerintah pusat disebut siap mendorong lebih banyak program pelatihan untuk Kota Tangsel.
“Mereka bilang, kalau memang potensinya masih banyak kenapa tidak didorong untuk mendapat pelatihan dari kementerian. Alhamdulillah mereka siap mengeluarkan banyak program untuk kita,” katanya.
Ia menjelaskan, dari 18 subsektor ekonomi kreatif, saat ini sektor kriya menjadi salah satu fokus pengembangan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Yang di Kademangan itu bahkan sudah masuk tahap kurasi. Jadi kebetulan sekarang ada kesempatan seperti ini dan di wilayah juga banyak pelatihan, maka alangkah baiknya kita sama-sama saling support dan memanfaatkan fasilitas yang ada,” ungkapnya.

Ajeng berharap para peserta tidak sekadar mengikuti pelatihan, tetapi mampu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha yang bernilai ekonomi.
“Kalau ibu-ibu serius, ini bisa menjadi ladang bisnis. Ke depan kalau hasilnya sudah rapi dan bagus, bisa masuk kurasi di gerai Dekranasda,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga tengah mendorong pelatihan bersertifikasi nasional melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) agar para pelaku UMKM memiliki daya saing lebih tinggi.
Sementara itu, Camat Setu, Erwin Gemala Putra mengatakan, workshop tersebut menjadi wadah bagi pengurus UMKM dan Dekranasda di wilayahnya untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan.
“Ini workshop Dekranasda berupa pelatihan membuat tas tanpa menjahit. Pesertanya pengurus Dekranasda Kelurahan Muncul,” katanya.
Dalam kegiatan itu, peserta juga mendapatkan bahan-bahan untuk praktik membuat tote bag.
Erwin berharap hasil kreativitas para peserta nantinya dapat berkembang menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai jual dan dikenal lebih luas.
“Harapannya hasil kreativitas ini bisa dipasarkan di Tangsel, tingkat provinsi bahkan nasional,” tandasnya.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 22 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu





