TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Jakarta-Banten Perkuat Kolaborasi

Pramono dan Andra Soni Sepakat Tangani Banjir, Sampah hingga Transportasi Aglomerasi

Reporter & Editor : AY
Kamis, 21 Mei 2026 | 08:50 WIB
Pertemuan koordinasi antar Kepala Daerah di Balaikota DKI, tampak hadir Gubernur Pramono Anung (baju batik) Gubernur Andra Soni (no 2 dari kiri) Wali Kota Tangerang Sachruddin (no 1 dari kanan) dan serta Bupati Tangerang Maesyal Rasyid (no 1 dari kiri) pada . Foto : Ist
Pertemuan koordinasi antar Kepala Daerah di Balaikota DKI, tampak hadir Gubernur Pramono Anung (baju batik) Gubernur Andra Soni (no 2 dari kiri) Wali Kota Tangerang Sachruddin (no 1 dari kanan) dan serta Bupati Tangerang Maesyal Rasyid (no 1 dari kiri) pada . Foto : Ist

JAKARTA - Pramono Anung dan Andra Soni sepakat memperkuat sinergi lintas wilayah untuk mengatasi persoalan banjir, sampah, hingga kemacetan di kawasan aglomerasi Jakarta-Tangerang Raya. Kesepakatan itu mengemuka dalam pertemuan kedua kepala daerah di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5/2026).


Pertemuan tersebut turut dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Wali Kota Tangerang Sachruddin, serta Bupati Tangerang Maesyal Rasyid. Sementara Pramono didampingi Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno.


Andra menegaskan, wilayah Tangerang Raya sebagai daerah penyangga Jakarta tidak bisa berjalan sendiri dalam menangani persoalan perkotaan, terutama banjir, kemacetan, dan pengelolaan sampah. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi konkret antarwilayah agar pembangunan metropolitan berjalan terintegrasi dan berkelanjutan.


“Jakarta membutuhkan Banten, dan Banten juga membutuhkan Jakarta. Fokus kerja sama ini mencakup penanganan banjir, pengelolaan sampah, hingga pengembangan transportasi kawasan aglomerasi,” ujar Andra.


Salah satu agenda strategis yang dibahas adalah pembangunan embung besar hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Pemkab Tangerang, dan Pemkot Tangerang. Embung tersebut dirancang untuk mengendalikan debit air sekaligus menjadi sumber air baku bagi masyarakat di Tangerang Raya dan Jakarta.


Selain itu, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian utama. Pemerintah Pusat menetapkan wilayah Banten sebagai salah satu lokasi strategis proyek nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau PLTSa di kawasan aglomerasi Tangerang Raya.
Di sektor transportasi, kedua pihak juga membahas rencana perpanjangan jalur MRT hingga Tangerang dan Balaraja guna memperkuat konektivitas masyarakat antarwilayah.


Pramono menilai, persoalan banjir dan kemacetan di kawasan metropolitan tidak mungkin diselesaikan secara parsial. Karena itu, diperlukan kerja sama antardaerah yang kuat dan berkesinambungan.


“Kami sepakat menyelesaikan berbagai persoalan bersama, mulai dari kemacetan, banjir, hingga mendorong perpanjangan MRT sampai Balaraja,” kata Pramono.


Pemprov DKI Jakarta juga akan membuka lima rute baru JakLingko yang terhubung dengan Tangerang dan Tangerang Selatan sebagai bagian dari pengembangan Transjabodetabek. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi sekaligus menekan kemacetan di Jakarta dan wilayah penyangga.


Sementara itu, Maesyal Rasyid mengapresiasi penguatan kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemprov Banten. Dalam pertemuan tersebut turut dibahas optimalisasi lahan milik Pemprov DKI Jakarta seluas 95 hektare di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.


Lahan itu direncanakan untuk mendukung sektor pertanian, kawasan permukiman, hingga pembangunan infrastruktur pendukung seperti tandon air. Menurut Maesyal, sinergi antardaerah menjadi langkah penting mewujudkan kawasan metropolitan Jabodetabek yang lebih tertata, modern, dan sejahtera.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit