Prabowo Antusias Panen Raya Udang di Kebumen, Turun Langsung Tarik Jaring Bersama Nelayan
JAWA TENGAH - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan antusiasme tinggi saat menghadiri panen raya udang di kawasan tambak modern Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), Desa Tegalretno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Bahkan, Kepala Negara turun langsung ke tambak dan ikut menarik jaring bersama para petambak.
Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB dengan mengenakan safari lengan panjang berwarna khaki dan topi biru navy. Kehadirannya didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Pengelola BUMN Dony Oskaria, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sebelum panen dimulai, Prabowo menyempatkan berdialog dengan para petambak mengenai proses budidaya udang modern yang dikembangkan di kawasan tersebut. Suasana perbincangan berlangsung hangat dan santai. Para petambak menjelaskan tahapan budidaya hingga proses panen yang kini telah memasuki siklus kedelapan.
Momen panen dimulai ketika seorang petambak melempar jaring ke tambak. Tak lama kemudian, udang-udang hasil panen mulai terlihat di permukaan air. Dari tepi tambak, Prabowo tampak bertepuk tangan menyambut hasil tangkapan yang melimpah.
Tak berhenti sampai di situ, Prabowo kemudian bergabung bersama para petambak untuk menarik jaring.
Bersama Zulkifli Hasan dan Sakti Wahyu Trenggono, ia tampak bersemangat membantu proses panen hingga jaring terangkat penuh berisi udang berukuran besar.
Senyum Prabowo terlihat mengembang melihat hasil panen yang dinilai sangat menjanjikan. Menurutnya, sektor produktif seperti perikanan dan pangan harus menjadi prioritas pembangunan nasional karena mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya kira dalam bulan-bulan mendatang kita akan mempercepat proses pembangunan yang produktif,” kata Prabowo.
Ia menegaskan, pembangunan gedung perkantoran bukan lagi fokus utama apabila tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pemerintah, lanjutnya, lebih memilih mendorong proyek-proyek yang menghasilkan manfaat langsung, terutama di sektor pangan dan industri berbasis ekspor.
“Lebih baik kantornya sederhana, tapi hasilnya nyata dan produktif,” tegas Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Prabowo juga mengapresiasi keberhasilan BUBK Kebumen yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Saat ini, sekitar 650 warga setempat terlibat dalam operasional kawasan tambak modern tersebut.
“Ini sangat bagus, sangat produktif. Lapangan kerja yang diserap juga seluruhnya masyarakat lokal,” pujinya.
BUBK Kebumen sendiri diresmikan pada 9 Maret 2023 dan kini memiliki 139 kolam produksi aktif di lahan seluas sekitar 100 hektare. Pemerintah bahkan tengah menyiapkan proyek serupa berskala lebih besar di Waingapu, Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, Sakti Wahyu Trenggono mengungkapkan, panen siklus kedelapan menghasilkan sekitar 80 ton udang berkualitas ekspor. Menurutnya, keberhasilan tersebut ditopang penggunaan teknologi modern, mulai dari sistem pengelolaan air terpadu hingga Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
“Panen kali ini membuktikan produktivitas per hektare sudah mencapai target terbaik dan memenuhi standar industri ekspor,” ujar Trenggono.
Udang hasil panen berukuran 22–30 ekor per kilogram dengan harga jual rata-rata Rp70 ribu per kilogram. Seluruh hasil panen telah dibeli pelaku usaha lokal untuk diproses sebelum diekspor ke Amerika Serikat.
Salah satu pemasok udang asal Cirebon, Ciko Joyo, mengatakan kualitas udang dari Kebumen dinilai sangat baik dan sesuai kebutuhan pasar ekspor.
“Ukuran dan kualitasnya memenuhi standar untuk pasar Amerika Serikat,” katanya.
Terpisah, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Iwan Setiawan, menilai kebijakan yang berorientasi pada penciptaan lapangan kerja akan berdampak besar terhadap penurunan angka pengangguran dan kemiskinan.
“Jika penyerapan tenaga kerja meningkat, maka angka pengangguran bisa ditekan, kemiskinan menurun, dan pertumbuhan ekonomi akan semakin kuat,” ujarnya.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 19 jam yang lalu
Pos Banten | 18 jam yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu


