TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Bangun Budaya Peduli Lingkungan, DLH Tangsel Libatkan Warga Kademangan Bersihkan Kali Cirompang

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Jumat, 05 Juni 2026 | 12:52 WIB
Program Kali Bersih (Porkasi) di Kali Cirompang, Perumahan Villa Tekno Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Jumat (5/6). (tangselpos.id/rmn)
Program Kali Bersih (Porkasi) di Kali Cirompang, Perumahan Villa Tekno Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Jumat (5/6). (tangselpos.id/rmn)

SETU — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melibatkan warga dalam kegiatan Program Kali Bersih (Porkasi) di Kali Cirompang, Perumahan Villa Tekno Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Jumat (5/6). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan aliran air.

 

Puluhan warga bersama petugas DLH bergotong royong membersihkan area sekitar kali dari sampah dan material yang berpotensi menghambat aliran air. Namun, menurut DLH, tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar membersihkan kali, melainkan menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

 

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan DLH Kota Tangsel, Deni Danial mengatakan, Porkasi merupakan sarana untuk mendorong pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai maupun saluran air.

 

“Yang ingin kami bangun adalah kesadaran masyarakat. Jadi bukan hanya membersihkan kali pada saat kegiatan berlangsung, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kepedulian untuk menjaga lingkungan tempat tinggalnya secara berkelanjutan. Ketika lingkungan bersih dan sehat, manfaatnya akan kembali dirasakan oleh masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

 

 

Menurut Deni, menjaga kebersihan aliran air tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah pencemaran lingkungan sekaligus mengurangi potensi permasalahan seperti penyumbatan saluran air.

 

Sebagai bentuk dukungan, DLH Tangsel juga menyerahkan sejumlah peralatan kebersihan kepada warga. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk kegiatan gotong royong dan pemeliharaan lingkungan secara mandiri setelah program selesai dilaksanakan.

 

“Ada berbagai perlengkapan kebersihan yang kami berikan kepada masyarakat. Harapannya ini bisa menjadi pemantik agar warga semakin aktif dan mandiri menjaga kebersihan lingkungannya. Kadang hal-hal sederhana yang sebenarnya penting justru sering terlewatkan, sehingga kami ingin membantu menyediakan sarana yang dibutuhkan,” katanya.

 

Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan di wilayah lain secara bergilir. Pada tahun ini, DLH Tangsel menargetkan pelaksanaan Porkasi di dua lokasi yang memiliki aliran air berdekatan dengan kawasan permukiman warga.

 

Deni menegaskan, pemilihan lokasi tidak selalu didasarkan pada ukuran kali atau tingkat permasalahan tertentu. Yang menjadi pertimbangan utama adalah bagaimana program tersebut dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

 

“Tidak harus kali besar. Yang penting ada aliran air yang berdekatan dengan permukiman warga. Kami ingin melihat sejauh mana kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan mendorong budaya menjaga kebersihan agar terus tumbuh di tengah masyarakat,” jelasnya.

 

 

Melalui kegiatan tersebut, DLH Tangsel berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi kebiasaan yang terus dijaga oleh masyarakat. Dengan begitu, kebersihan kawasan permukiman, kualitas lingkungan, dan kesehatan warga dapat terpelihara secara berkelanjutan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit