TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Di Tengah Gempuran Gawai, Festival Kampung Dongeng Indonesia Ajak Keluarga Kembali Gemar Bercerita

Reporter: Ferdy Salim
Editor: Ari Supriadi
Jumat, 05 Juni 2026 | 15:05 WIB
Festival yang digelar di APSG Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (31/5/2026). (Ist)
Festival yang digelar di APSG Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (31/5/2026). (Ist)

TANGERANG SELATAN - Di tengah derasnya arus digital yang membuat anak-anak semakin akrab dengan gawai, Festival Kampung Dongeng Indonesia hadir mengajak keluarga kembali membangun kedekatan melalui budaya bercerita dan mendongeng.

 

Festival yang digelar di APSG Situ Gintung, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (31/5/2026), menjadi puncak rangkaian Festival Kampung Dongeng yang sebelumnya berlangsung serentak di 57 kota di Indonesia sepanjang 16 hingga 31 Mei 2026.

 

Mengusung tema Merajut Cerita, Menguatkan Keluarga, kegiatan ini menghadirkan ruang interaksi yang mempertemukan orang tua dan anak dalam berbagai aktivitas edukatif dan kreatif, mulai dari mendengarkan dongeng, membaca buku, bermain bersama hingga berkreasi dalam suasana yang hangat dan menyenangkan.

 

Lebih dari 250 peserta dari sekitar 70 keluarga turut ambil bagian dalam festival tersebut. Anak-anak dari berbagai rentang usia terlihat antusias mengikuti rangkaian acara yang dirancang untuk menumbuhkan keberanian, kreativitas, sekaligus mempererat hubungan dalam keluarga.

 

Pendiri Kampung Dongeng Indonesia, Awam Prakoso, mengatakan bahwa mendongeng memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak, terutama di era digital saat ini.

 

“Dongeng menjadi semacam vitamin dan nutrisi bagi tumbuh kembang anak. Di tengah kemudahan akses informasi saat ini, dongeng dapat menjadi pondasi yang kuat untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak dini,” ujar Awam Prakoso, Kamis (4/6/2026).

 

Menurut Awam, kehadiran orang tua sangat dibutuhkan sebagai pendamping utama dalam proses tumbuh kembang anak. Budaya bercerita di rumah menjadi salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan untuk membangun komunikasi sekaligus menanamkan nilai positif kepada anak.

 

 

Festival berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan seperti Senam Kampung Dongeng, pertunjukan tari tradisional, sesi dongeng interaktif bersama Kak Awam, permainan keluarga, panggung boneka, hingga penampilan spesial dari Quin Salman.

 

Tak hanya menjadi ajang hiburan keluarga, festival ini juga menjadi momentum perayaan 17 tahun perjalanan Kampung Dongeng Indonesia yang sejak 2009 terus berkembang sebagai gerakan sosial berbasis komunitas untuk mendukung literasi dan pendidikan karakter anak.

 

Ketua Umum Komunitas Kampung Dongeng Indonesia, Syarif Ali, berharap festival ini dapat menjadi gerakan bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih ramah anak.

 

“Kami ingin menghadirkan ruang di mana anak-anak bisa bermain dengan bahagia, merasa didengar, dan pulang membawa pengalaman berharga bersama keluarganya,” katanya.

 

Sementara itu, CEO Kampung Dongeng Indonesia, Miqdad Prakoso, mengungkapkan pihaknya memiliki target memperluas jangkauan gerakan tersebut ke berbagai daerah di Indonesia.

 

“Kami memiliki harapan untuk mewujudkan 1.000 Kampung Dongeng yang tersebar di seluruh Indonesia agar semakin banyak anak memiliki ruang yang aman untuk bermain, belajar, dan bertumbuh,” ungkapnya.

 

Melalui festival ini, Kampung Dongeng Indonesia ingin mengingatkan bahwa di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, cerita dan dongeng tetap memiliki tempat penting dalam membangun karakter, imajinasi, serta hubungan emosional antara anak dan orang tua.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit