TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Jokowi Segera Berjaket PSI? Disiapkan Jadi Ketua Dewan Pembina, Status Tinggal Formalitas

Reporter & Editor : AY
Senin, 15 Juni 2026 | 08:55 WIB
Mantan Presiden ke 7 Joko Widodo. Foto : Ist
Mantan Presiden ke 7 Joko Widodo. Foto : Ist

SOLO - Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan segera bergabung secara resmi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bahkan, posisi Ketua Dewan Pembina disebut telah disiapkan untuknya. Benarkah Jokowi akan segera mengenakan jaket PSI?


Sinyal bergabungnya Jokowi diungkap Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie. Menurutnya, partai saat ini tengah mempercepat pembentukan dan penyempurnaan struktur organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai persiapan menjelang verifikasi partai.


Grace menyebut, langkah tersebut dilakukan agar mesin partai dapat langsung bergerak ketika Jokowi resmi masuk sebagai Ketua Dewan Pembina.
"Agar saat Bapak Dewan Pembina resmi masuk, semuanya sudah siap dan roda partai bisa langsung lari," ujar Grace saat kunjungan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (13/6/2026).


Nada serupa disampaikan Ketua Harian PSI Ahmad Ali. Menurut dia, secara substansi Jokowi sudah menjadi bagian dari PSI dan seremoni penjaketan hanya soal waktu.


"Kalau mengikuti pernyataan-pernyataan Pak Jokowi tentang PSI, saya kira publik bisa memaknai bahwa beliau sudah bersama PSI," kata Ahmad Ali, Minggu (14/6/2026).


Ia merujuk pada sejumlah pernyataan Jokowi, termasuk saat Kongres PSI di Solo dan Rakernas PSI pada Mei lalu, ketika Jokowi menyatakan siap turun langsung membantu membesarkan partai hingga ke tingkat kecamatan.
Ketua DPP PSI Bestari Barus juga menilai penyematan jaket PSI nantinya akan menjadi penegasan posisi politik Jokowi yang kini tidak lagi berada di PDI Perjuangan.


Di sisi lain, PDI Perjuangan menegaskan tidak lagi mencampuri pilihan politik Jokowi. Politikus PDIP Guntur Romli menyatakan Jokowi telah dipecat dari partai sejak Desember 2024 sehingga langkah politik berikutnya menjadi urusan pribadi.


Pengamat politik sekaligus Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, menilai jika Jokowi benar-benar berjaket PSI, hal itu lebih bersifat simbolik ketimbang perubahan besar secara politik.


Menurut Adi, selama ini publik sudah membaca kedekatan Jokowi dengan PSI melalui berbagai aktivitas dan pernyataannya.


Meski demikian, ia menilai langkah tersebut juga bisa dibaca sebagai upaya memperkuat daya tarik elektoral PSI, termasuk merangkul pemilih yang selama ini memiliki kedekatan emosional dengan Jokowi.


Kini publik menunggu apakah safari politik Jokowi ke sejumlah daerah nanti akan menjadi momentum resmi pengumuman dirinya sebagai Ketua Dewan Pembina PSI.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit