TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Duka di Balik Meriahnya BTN Jakarta International Marathon 2026, Seorang Pelari Meninggal dan Banyak Peserta Tumbang

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 15 Juni 2026 | 11:59 WIB
Almarhum Agus Putranadi. Foto : IG
Almarhum Agus Putranadi. Foto : IG

JAKARTA - Suasana semarak BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 berubah menjadi duka setelah sejumlah peserta dilaporkan mengalami kolaps di lintasan. Bahkan, satu pelari dikabarkan meninggal dunia usai mengikuti ajang tersebut.


Melalui unggahan di media sosial, pihak penyelenggara menyampaikan belasungkawa atas wafatnya peserta bernama Agus Putranadi (1997–2026) pada Minggu (14/6/2026).


Berdasarkan berbagai laporan peserta di lapangan, banyak pelari terutama pada kategori Marathon mengalami kondisi kelelahan berat. Sejumlah faktor disebut menjadi penyebab, mulai dari cedera, dugaan heatstroke, hingga gagal melewati batas waktu lomba atau Cut-Off Time (COT) serta Cut-Off Point (COP).


Sebelumnya, panitia telah mengingatkan peserta mengenai potensi cuaca panas dan risiko serangan panas selama perlombaan berlangsung. Mereka juga mengimbau pelari segera mencari bantuan medis apabila mengalami gejala gangguan kesehatan.


Meski demikian, sejumlah peserta membagikan pengalaman yang memicu sorotan terhadap kesiapan layanan medis di lapangan. Beberapa mengaku melihat banyak pelari tergeletak sejak pertengahan lintasan hingga area finis.


Ada pula peserta yang menyoroti lambatnya respons tim medis saat diminta memberikan pertolongan kepada pelari yang mengalami penurunan kondisi fisik.


Informasi yang beredar menyebut sejumlah peserta masih menjalani perawatan di instalasi gawat darurat (IGD), bahkan ada yang harus mendapatkan penanganan intensif di ICU.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ajang olahraga jarak jauh membutuhkan kesiapan fisik peserta, strategi hidrasi yang tepat, serta sistem tanggap darurat yang optimal demi menjaga keselamatan seluruh pelari.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit