Dump Truk Melintas Jembatan Ambruk
Warga Tunggaljaya-Sumur Terancam Terisolir
PANDEGLANG - Kondisi jembatan penghubung antar desa di Kampung Tarikolot, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, rusak parah. Sehingga, saat kendaraan dump truk dengan muatan pasir melintas, membuat jembatan tersebut ambruk, Selasa (23/6) pagi.
Dalam peristiwa itu tak ada korban jiwa, hanya saja dump truk pengangkut pasir mengalami kerusakan parah dan masih terjebak di jembatan tersebut. Hingga saat ini dump truk tersebut masih dalam penanganan.
Akibat jembatan penghubung empat desa, yakni Desa Tunggaljaya, Ujung Jaya, Cigorondong dan Taman Jaya, mengalami ambruk, warga setempat terancam terisolir karena itu akses satu-satunya.
Sekretaris Desa (Sekdes) Tunggaljaya, Andi Suandi, membenarkan jembatan di wilayahnya telah mengalami ambruk saat kendaraan dump truk pengangkut pasir melintas.
“Ya, benar. Ada jembatan yang ambruk di wilayah desa kami. Jembatan ambruk usai dilintasi dump truk pengangkut pasir. Peristiwa itu terjadi pada pagi tadi,” kata Sekdes Andi Suandi, kepada awak media, Selasa (23/6).
Ia mengatakan, sebelum ambruk, kondisi jembatan sudah dalam keadaan rusak berat. Makanya, pada saat mobil bermuatan berat telah membuat jembatan tersebut ambruk.
“Memang awalnya jembatan itu sudah rusak berat karena sudah hampir puluhan tahun jembatan belum dibangun juga oleh pemerintah,” ungkapnya.
Padahal lanjut Andi, pihak desa sudah melaporkan kondisi jembatan yang tidak layak tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) agar segera dilakukan penanganan. Namun laporan itu tak kunjung direspon.
“Padahal sudah kita ajukan ke pihak kecamatan, kemudian sudah ke kabupaten, hanya saja belum ada konfirmasi dari pihak terkait bakal dibangun atau tidaknya,” jelasnya.
Andi mengatakan jembatan itu merupakan penghubung antara desa Ujung Jaya, Cigorondong dan Taman Jaya. Menurutnya, akibat kejadian ini warga terancam terisolir karena akses terputus. “Betul (terisolir,red) karena tidak ada jembatan lain selain itu,” tegasnya.
Katanya lagi, agar hal itu tidak terjadi, pihak meminta kepada pemerintah agar melakukan penanganan sementara. Ia menyatakan jika tidak segera ditangani mobilitas warga akan lumpuh total.
“Nanti kita ajukan ke pihak kabupaten untuk dibuatkan jembatan alternatif sebelum dibangun,” tandasnya penuh harapan.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang, Roni, saat dikonfirmasi via panggilan WhatsApp (WA) belum dapat memberikan keterangan, karena belum menjawab panggilan tersebut.
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



