TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Waka II DPRD Pandeglang Geram PAD TA 2025 Tak Tercapai

Bakal Dibahas & Pertanyakan Fungsi Satgas

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Kamis, 25 Juni 2026 | 10:45 WIB
CAPAIAN PAD. Waka II DPRD Pandeglang, Dadi Rajadi sedang diwawancara persoalan tidak tercapainya PAD TA 2025 Kabupaten Pandeglang, saat berada di ruang transit paripurna DPRD Pandeglang, Rabu (24/6). (NIPAL SUTIANA/TANGSEL POS)
CAPAIAN PAD. Waka II DPRD Pandeglang, Dadi Rajadi sedang diwawancara persoalan tidak tercapainya PAD TA 2025 Kabupaten Pandeglang, saat berada di ruang transit paripurna DPRD Pandeglang, Rabu (24/6). (NIPAL SUTIANA/TANGSEL POS)

PANDEGLANG - Dari target Rp 346.072.886.270,- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran (TA) 2025 Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang hanya mampu mendongkrak atau merealisasikan capaian sebesar Rp 307.292.596.473,-, sehingga kurang lebih sebesar Rp 30 miliar PAD tak tercapai. 

 

Kondisi itu membuat Wakil Ketua (Waka) II DPRD Pandeglang Dadi Rajadi, geram. Bahkan, mempertanyakan fungsi serta kinerja Satu Tugas (Satgas) Optimalisasi PAD besutan Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani.

 

Waka II DPRD Pandeglang, Dadi Rajadi mengungkapkan, padahal pada saat perubahan anggaran target PAD TA 2025 sudah diturunkan menjadi Rp 346.072.886.270, namun tetap saja Pemkab Pandeglang tak mampu mencapai target yang sudah ditetapkan tersebut.

 

“Target PAD setelah perubahan APBD TA 2025 itu Rp 346.072.886.270, namun hanya tercapai Rp 307.292.596.473. Jadi, kurang lebih PAD yang tidak tercapai Rp 30 miliar,” kata Dadi, usai melaksanakan Rapat Paripurna Penyampaian Penjelasan Nota Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025, di Ruang Paripurna DPRD Pandeglang, Rabu (24/6).

 

Maka dari itulah tegas Dadi, ia bersama jajaran Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pandeglang bakal menggelar rapat dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (PAD), untuk mempertanyakan permasalahan tersebut.

 

“Nah, ini akan kita bahas besok (hari ini,red) dengan TAPD kaitan dengan masalah ini, seperti pos mana saja yang tidak tercapai dan apa kendalanya,” katanya.

 

Tak kalah penting, politisi Partai NasDem Pandeglang ini juga menyoroti peran Satgas Optimalisasi PAD. Sebab dia mengaku heran, padahal sudah ada Satgas yang fungsinya mendorong capaian PAD, tapi tetap saja target PAD tak tercapai.

 

“Justru itu, ada Satgas tapi PAD tak tercapai. Hal ini akan menjadi pertanyaan besok dengan TAPD, apa fungsinya Satgas ketika target PAD tidak tercapai, dan apa kendalanya,” katanya.

 

Menurutnya, pihaknya tidak menginginkan permasalahan tersebut kembali terulang di TA 2026 ini. Maka dari itulah katanya lagi, pihaknya patut mempertanyakan dan akan ikut mencari solusinya.

 

“Kedepan kalau sudah tahu penyakitnya, kita bisa perbaiki bersama dan obati, sehingga PAD tahun 2026 tidak seperti tahun 2025. Kami harapkan tahun ini bisa tercapai serta melampaui target,” tandasnya.

 

Sementara, Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani, mengungkapkan anggaran pendapatan daerah Kabupaten Pandeglang TA 2025 mencapai Rp 2.691.384.557.859,00. Dan terealisasi atau terserap Rp 2.608.725.163.395,00 atau 96,93 persen dari target penerimaan.

 

“Adapun untuk belanja daerah TA 2025 Rp 2.698.256.084.184, terealisasi sebesar Rp 2.606.963.727.082 atau 96,62 persen,” kata Bupati Dewi, saat menyampaikan Nota Pengantar Raperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025, di Ruang Paripurna DPRD Pandeglang.

 

Bupati Dewi juga menyampaikan, pendapatan daerah sebesar Rp 2.691.384.557.859,00 tersebut dari PAD Rp 346.076.886.270,00, dan dari pendapatan transfer yang berasal dari pemerintah pusat dan provinsi Rp 2.345.307.671.589,00

 

“PAD Pandeglang dianggarkan Rp 346.076.886.270,00, namun terealisasi sebesar Rp 307.292.596.473,00 atau 88,79 persen. Pendapatan transfer yang berasal dari pemerintah pusat dan provinsi terealisasi Rp 2.301.432.566.922,00 atau 98,13 persen,” jelasnya.

 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit