TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Harga Daging Ayam Potong Melorot Rp 10 Ribu

Bikin Omzet Pedagang Di Pasar Badak Pandeglang Jeblok

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Rabu, 01 Juli 2026 | 10:10 WIB
Pedagang daging ayam potong sedang menjajakan dagangannya sambil melayani pembeli, di Pasar Badak Pandeglang, beberapa waktu lalu. (DOK. TANGSEL POS)
Pedagang daging ayam potong sedang menjajakan dagangannya sambil melayani pembeli, di Pasar Badak Pandeglang, beberapa waktu lalu. (DOK. TANGSEL POS)

PANDEGLANG - Beberapa pekan terakhir harga daging ayam potong di Pasar Tradisional Badak Pandeglang, tercatat melorot Rp 10 ribu, atau mengalami penurunan drastis dari harga semula Rp 35 ribu/kilogram, kini hanya Rp 25 ribu.


Harga melorot signifikan tersebut, ternyata membawa dampak buruk bagi para pedagang, sebab membuat omzet mereka jeblok atau turun drastis. Hal itu karena minat beli masyarakat tidak ikut meningkat.


Salah seorang pedagang daging ayam potong di Pasar Badak Pandeglang, Aceng, mengatakan, harga daging ayam potong kini dijual dikisaran Rp 25 ribu per kilogram, atau lebih rendah Rp 10 Ribu rupiah dibandingkan beberapa waktu lalu di kisaran Rp 35 ribu per kilogram.


“Sekarang harga memang turun, tetapi pembeli tetap sepi. Omzet kami turun cukup jauh dibanding biasanya. Sekitar 40 sampai 50 persen turun omzetnya, kalau kemarin-kemarin saya bisa jual sehari sampai 500 kilo, tapi sekarang mau jual 200 kilo saja sulit,” keluh Aceng, kepada wartawan, Selasa (30/6).


Menurut Aceng, hal itu diakibatkan bukan hanya dari masyarakat yang sepi membeli daging ayam, pemberhentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga turut memengaruhi penurunan harga tersebut.


“Kalau MBG lagi jalan, lumayan kan banyak pesanan walaupun harga tinggi. Tapi sekarang kan berhenti sementara MBG-nya karena libur sekolah, jadi yang pesan daging ayam juga ikut berhenti dulu,” katanya.


Senada, pedagang daging ayam potong lainnya, Mukti, mengungkapkan saat ini jumlah pembeli daging ayam ke lapak miliknya terus berkurang setiap harinya, hal tersebut semakin membuat omzet penjualannya terus merosot.

 

“Sepi sekarang mah, mau dapat uang Rp 500 ribu aja susah. Padahal stok banyak, tapi pembelinya yang nggak ada,” keluhnya.


Para pedagang berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga keseimbangan pasokan, dan permintaan agar harga kembali stabil serta daya beli masyarakat meningkat.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit