TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Mesir Tuntut FIFA Investigasi Wasit, Minta Francois Letexier Dicoret dari Sisa Piala Dunia 2026

Reporter & Editor : AY
Jumat, 10 Juli 2026 | 06:51 WIB
Wasit asal Prancis Francois Letexier yang memimpin laga Argentina vs Mesir. Foto : Ist
Wasit asal Prancis Francois Letexier yang memimpin laga Argentina vs Mesir. Foto : Ist

AS - Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) resmi mengajukan protes kepada FIFA dan mendesak investigasi menyeluruh terhadap kepemimpinan wasit asal Prancis, Francois Letexier, usai kekalahan dramatis Mesir 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.


Tak hanya mempersoalkan keputusan Letexier, EFA juga meminta FIFA mengevaluasi seluruh perangkat pertandingan, termasuk tim Video Assistant Referee (VAR). Presiden EFA, Hany Abo Rida, telah mengirimkan surat pengaduan resmi kepada Komite Wasit FIFA yang berisi keberatan atas sejumlah keputusan kontroversial yang dinilai merugikan Mesir sepanjang laga.

 

Dalam surat tersebut, EFA mendesak agar Francois Letexier beserta seluruh kru wasitnya tidak lagi ditugaskan memimpin pertandingan hingga berakhirnya Piala Dunia 2026. Federasi menilai terdapat inkonsistensi dalam penerapan aturan, standar ganda dalam pengambilan keputusan, hingga dugaan perlakuan diskriminatif yang berdampak terhadap hasil pertandingan.


Sejumlah insiden menjadi sorotan utama Mesir, di antaranya gol yang dianulir setelah peninjauan VAR serta dugaan pelanggaran terhadap Mohamed Salah pada menit-menit akhir yang dinilai seharusnya berbuah hadiah penalti. EFA juga mempertanyakan perbedaan penerapan kartu terhadap pemain kedua tim selama pertandingan.


Kontroversi tersebut kembali memicu perdebatan mengenai kualitas kepemimpinan wasit di Piala Dunia 2026. Sejumlah keputusan wasit pada fase gugur memang menuai kritik dari berbagai tim dan pengamat karena dianggap tidak konsisten.


Pada pertandingan tersebut, Mesir sebenarnya tampil impresif dengan unggul 2-0. Namun, Argentina bangkit pada babak kedua dan mencetak tiga gol untuk membalikkan keadaan menjadi 3-2 sekaligus mengamankan tiket ke perempat final.


Di tengah kekecewaan akibat tersingkir secara dramatis, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi tetap menyampaikan apresiasi kepada Mohamed Salah dan seluruh pemain. Menurutnya, keberhasilan menembus babak 16 besar merupakan pencapaian bersejarah bagi sepak bola Mesir.


"Terima kasih kepada para pahlawan tim nasional sepak bola atas penampilan yang terhormat," ujar El-Sisi seperti dikutip media Mesir.


Senada dengan sang presiden, Mohamed Salah juga berusaha menenangkan rekan-rekannya yang larut dalam kekecewaan. Sang kapten meminta seluruh pemain menerima hasil tersebut dengan lapang dada dan menjadikannya sebagai pelajaran berharga.


"Ini adalah ketetapan dan kehendak Allah SWT atas apa yang telah terjadi. Mari kita jadikan ini sebagai modal untuk berkembang. Apa yang akan datang akan jauh lebih baik, insya Allah," ujar Salah.


Meski harus mengakhiri langkah di babak 16 besar, kiprah Mesir pada Piala Dunia 2026 tetap tercatat sebagai salah satu pencapaian terbaik dalam sejarah sepak bola negara Afrika Utara tersebut.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit