TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Rupiah Masih Tertekan, Dibuka Melemah ke Rp18.116 per Dolar AS

Reporter & Editor : AY
Selasa, 14 Juli 2026 | 10:19 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melanjutkan tren pelemahan pada awal perdagangan Selasa (14/7/2026). Mata uang Garuda dibuka turun 0,04 persen ke level Rp18.116 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di posisi Rp18.109 per dolar AS.


Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS berlangsung bervariasi. Ringgit Malaysia mencatat pelemahan terbesar dengan turun 0,34 persen, disusul baht Thailand 0,07 persen, yuan China 0,05 persen, dolar Singapura 0,02 persen, dan dolar Hong Kong 0,003 persen. Di sisi lain, won Korea Selatan menguat 0,20 persen, yen Jepang naik 0,02 persen, sementara dolar Taiwan menguat tipis 0,003 persen.


Sementara itu, indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia melemah tipis 0,02 persen ke level 101,01.


Terhadap mata uang utama lainnya, rupiah melemah 0,01 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp24.144, bergerak stabil terhadap euro di level Rp20.033, serta menguat 0,02 persen terhadap dolar Australia ke posisi Rp12.515.


Analis Pasar Uang Lukman Leong menilai tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia dan memperkuat permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman.


Meski demikian, menurut Lukman, keputusan S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia diharapkan mampu memberikan sentimen positif sehingga dapat meredam pelemahan rupiah yang lebih dalam.


Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp18.050 hingga Rp18.200 per dolar AS.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit