Dewan Minta Dishub Terjunkan Petugas
Pembatas Jalan Di Jalan Raya Rawabuntu Tak Efektif
SERPONG-Pemasangan stick cone atau pembatas jalan di Jalan Raya Rawabuntu, Kecamatan Serpong dekat Stasiun Rawabuntu menuai sorotan. Anggota Komisi IV DPRD Tangsel, Julham Firdaus menilai, rekayasa lalu lintas tersebut belum mampu mengurai kemacetan, bahkan dikeluhkan pengguna jalan karena antrean kendaraan semakin panjang.
Menurut Julham, pemasangan stick cone pada dasarnya merupakan bagian dari upaya mengurangi titik konflik kendaraan agar arus lalu lintas menjadi lebih tertib.
Namun, ia menegaskan, kebijakan tersebut tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan kehadiran petugas di lapangan untuk mengatur lalu lintas dan memberikan edukasi kepada para pengendara.
“Kalau menerapkan aturan ya petugas harus standby di lapangan dong,” kata Julham saat dikonfirmasi, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, perubahan pola lalu lintas akibat pemasangan pembatas jalan membuat banyak pengendara yang sebelumnya dapat langsung masuk ke kawasan Stasiun Rawabuntu menjadi kebingungan.
Akibatnya, banyak pengendara harus menyesuaikan jalur baru sehingga berpotensi memicu perlambatan arus kendaraan, terutama pada jam sibuk.
“Kan orang kaget nih, ya petugas standby dong, memberikan edukasi, membantu pemantauan, lalu juga membantu pengaturan lalu lintas,” ujarnya.
Selain meminta kehadiran petugas, Julham juga mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel untuk lebih tegas menertibkan angkutan kota (angkot) yang masih sering berhenti atau ngetem di bahu jalan.
Menurutnya, kebiasaan angkot menaikkan dan menurunkan penumpang di badan jalan menjadi salah satu penyebab utama penyempitan ruas jalan yang berdampak pada kemacetan.
“Tidak boleh ada pengeteman angkot di ruas jalan. Kalau ada angkot mau ngetem, ya di bawah itu loh masuk ke dalam Stasiun,” tegasnya.
Sebelumnya, pemasangan stick cone di Jalan Raya Rawabuntu juga mendapat keluhan dari sejumlah pengguna jalan. Pembatas jalan itu dipasang setelah u-turn terlindung menuju akses Tol BSD dan kawasan ITC BSD.
Salah seorang pengendara, Toni, mengaku kondisi lalu lintas justru menjadi lebih padat sejak rekayasa jalan tersebut diberlakukan. “Malah makin macet. Tadi pagi macet banget,” kata Toni.
Ia mengaku, tidak mengetahui secara pasti tujuan pemasangan pembatas jalan tersebut. Namun, menurutnya, kemungkinan rekayasa itu dilakukan agar kendaraan yang baru memutar balik tidak langsung berbelok menuju kawasan Stasiun Rawa Buntu.
“Mungkin dipasang itu tujuannya biar enggak langsung belok ke Stasiun, tapi tetap saja macet,” pungkasnya.(dra)
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Opini | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu




