TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Kinerja BUMN Meningkat di Bawah Danantara, Bukti Transformasi Pemerintahan Prabowo Mulai Berbuah

Reporter & Editor : AY
Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:16 WIB
Ilustrasi laba BUMN. Foto : Ist
Ilustrasi laba BUMN. Foto : Ist

JAKARTA – Transformasi dan konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Danantara mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah perusahaan pelat merah mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan sepanjang semester I 2026.


Capaian tersebut dinilai menjadi salah satu indikator bahwa langkah pemerintah dalam melakukan penataan, konsolidasi, serta peningkatan efisiensi BUMN mulai memberikan dampak terhadap kinerja perusahaan negara.


Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI Toto Pranoto mengatakan, kinerja positif masih terlihat pada sejumlah BUMN papan atas yang selama ini menjadi motor utama pendapatan dan laba perusahaan negara.


“Menurut saya kinerja solid masih ditunjukkan BUMN blue chips yang sedari dulu menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN. Misalnya kinerja Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan hasil tambang, sektor telco dan Pertamina,” ujar Toto di Jakarta, Selasa (11/8/2026).


Menurut Toto, kinerja BUMN di bawah Danantara masih berpeluang meningkat lebih jauh. Salah satunya melalui proses streamlining atau penataan dan konsolidasi perusahaan negara agar operasional menjadi lebih efisien.


“Harapan saya supaya proses streamlining BUMN bisa dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan,” katanya.


Berdasarkan laporan keuangan semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, PT Timah mencatat pertumbuhan laba paling signifikan. Laba bersih perusahaan tambang pelat merah itu mencapai Rp2,71 triliun, melonjak 804,7 persen dari Rp300 miliar pada semester I 2025.


Kinerja positif juga dicatat PT Pupuk Indonesia. Laba bersih perusahaan meningkat 253 persen menjadi Rp8,51 triliun dari sebelumnya Rp2,41 triliun.
Di sektor semen, PT Semen Indonesia membukukan kenaikan laba 196,5 persen, dari Rp65,24 miliar menjadi Rp193,46 miliar.


Sementara itu, PT Agrinas Palma Nusantara mencatat pertumbuhan laba 150 persen menjadi Rp890 miliar. Kinerja positif juga terlihat pada sektor jasa keuangan dan logistik.


PT Pegadaian membukukan kenaikan laba 84,6 persen menjadi Rp6,59 triliun. PT Pelindo tumbuh 60,4 persen menjadi Rp2,57 triliun, sedangkan PTPN IV PalmCo mencatat kenaikan laba 54 persen menjadi Rp3,23 triliun.


Bank Tabungan Negara (BTN) juga mencatat pertumbuhan laba 40,8 persen menjadi Rp2,40 triliun. Sementara Bank Mandiri membukukan kenaikan laba 24,3 persen menjadi Rp30,41 triliun.


Di sektor energi bersih, PT Pertamina Geothermal Energy mencatat pertumbuhan laba 15,5 persen menjadi 79,61 juta dolar AS.


Tidak hanya meningkatkan laba, sejumlah BUMN yang sebelumnya mencatat kerugian juga mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.


PT Krakatau Steel, misalnya, berhasil membalikkan kinerja dari rugi sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp150 miliar hingga Rp185 miliar. PT Kimia Farma juga berbalik dari rugi Rp135,61 miliar menjadi laba Rp54,07 miliar.


Perubahan tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya pemerintah memperbaiki kinerja perusahaan negara yang selama ini menghadapi berbagai persoalan struktural.


Rangkaian capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah memasuki tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Konsolidasi dan transformasi BUMN melalui Danantara diharapkan tidak hanya meningkatkan laba, tetapi juga memperkuat efisiensi, tata kelola, serta daya saing perusahaan negara.


Dengan demikian, reformasi BUMN yang dilakukan pemerintah mulai menunjukkan hasil yang dapat diukur melalui peningkatan kinerja dan perbaikan sejumlah perusahaan yang sebelumnya mengalami tekanan keuangan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit