TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Meracik Inovasi di Laboratorium Sentul, Elnusa Jaga Pasokan Migas

Reporter: Farhan
Editor: AY
Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:29 WIB
Foto : Ist
Foto : Ist

BOGOR - Di balik pintu Laboratorium Chemical PT Elnusa Tbk di Sentul, Jawa Barat, inovasi teknologi terus dikembangkan untuk menjawab tantangan industri minyak dan gas (migas). Mesin bekerja dengan tekanan hingga 15.000 Pound per Square Inch (PSI) dan suhu mencapai 450 derajat Fahrenheit.


Suasana itu dirasakan Rakyat Merdeka Griup dan rombongan media saat mengunjungi Elnusa Integrated Laboratory (Chemical R&D/Drilling Fluid Laboratory), Jumat (14/8/2026).


Di laboratorium ini, energi tidak sekadar dibicarakan, tetapi diuji, diracik, dan dikembangkan. Salah satunya melalui mesin mixer yang mampu berputar lebih dari 20.000 revolutions per minute (rpm).


Manager Corporate Communication Elnusa Thoriq Nul Akbar mengatakan, teknologi dan inovasi menjadi fokus perusahaan dalam memperkuat bisnis, khususnya sektor hulu migas.


“Tahun ini kami mengusung tema We Discover Technology and Innovation Age, yaitu lebih mengedepankan teknologi dan inovasi,” ujar Thoriq.


Sementara itu, Research & Development Specialty & Refinery Chemical Elnusa Ihsan Arifin menjelaskan, bisnis Chemicals Elnusa memiliki tiga lini utama, yakni Drilling Fluid Chemicals, Specialty Chemicals, dan Enhanced Oil Recovery (EOR).


Pada tahap pengeboran, Elnusa mengembangkan drilling fluid dengan formulasi khusus untuk menghadapi tekanan dan kedalaman sumur minyak. Sementara specialty chemicals digunakan untuk membantu pengolahan minyak, termasuk mengatasi minyak dengan viskositas tinggi.


Untuk meningkatkan produksi dari sumur yang mulai menurun, Elnusa juga mengembangkan teknologi EOR, salah satunya Alkaline, Surfactant, Polymer (ASP), yang membantu mendorong minyak tersisa menuju sumur produksi.
Inovasi tersebut telah diterapkan dalam berbagai proyek, termasuk polymer flooding melalui Tanjung Polymer Field Trial di Kalimantan sejak 2018.


Pengembangan produk juga diarahkan untuk memperkuat penggunaan komponen dalam negeri. Elnusa kini memiliki lebih dari 20 produk dengan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga sekitar 78 persen untuk sejumlah produk.


“Ini tidak luput dari pengembangan produk-produk di research and development, material optimization, dan investasi peralatan,” kata Ihsan.


Bagi Elnusa, laboratorium menjadi ruang untuk menguji gagasan sebelum diterapkan di lapangan. Di usia 57 tahun, perusahaan terus menjadikan teknologi dan inovasi sebagai energi baru untuk tumbuh dan mendukung ketahanan energi nasional.


Semangat itu terangkum dalam tema “57 Years Energizing Growth Through Technology and Innovation.”

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit