TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Nasaruddin Umar Mundur dari Bursa Ketum PBNU, Persaingan Muktamar Makin Sengit

Reporter & Editor : AY
Jumat, 28 Agustus 2026 | 13:21 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Ist
Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Ist

JAWA TIMUR — Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan tidak akan ikut bertarung dalam pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.


Kepastian itu sekaligus menepis kabar yang sebelumnya beredar bahwa Nasaruddin akan meninggalkan kursi Menteri Agama demi mengikuti kontestasi perebutan posisi tertinggi di PBNU.


"Saya katanya telah mengundurkan diri sebagai Menteri Agama. Saya nyatakan bahwa itu tidak benar. Tidak pernah kami melakukan hal seperti itu," kata Nasaruddin, Jumat (28/8/2026).


Nasaruddin menjelaskan, keputusan untuk tidak masuk dalam bursa Ketum PBNU diambil setelah mempertimbangkan tanggung jawabnya sebagai Menteri Agama. Menurut dia, tugas di Kementerian Agama saat ini membutuhkan perhatian penuh karena cakupannya sangat luas.


"Sehubungan dengan muktamar yang akan dan atau sedang berlangsung ini, karena saya sadar betul bahwa tugas saya sebagai Menteri Agama Republik Indonesia ini begitu berat dan begitu luas yang harus kami selesaikan," ujarnya.


Dia menilai tetap menjalankan amanah sebagai Menteri Agama merupakan pilihan yang paling tepat. Dengan begitu, dirinya dapat berkonsentrasi menyelesaikan berbagai agenda pemerintahan tanpa mengurangi kepeduliannya terhadap NU.


"Maka ini yang terbaik buat saya dan juga untuk pengembangan Kementerian Agama ke depan atau juga termasuk NU. Lebih baik saya berkonsentrasi di Kementerian Agama tanpa harus meninggalkan konsen saya terhadap Nahdlatul Ulama," tutur Nasaruddin.


Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah pihak yang sebelumnya telah memberikan dukungan atau membayangkan dirinya menjadi pemimpin PBNU.


"Maka dengan demikian saya minta maaf kepada teman-teman dari berbagai daerah yang mungkin telah mengimajinasikan saya untuk memimpin PBNU," katanya.


Sebelumnya, nama Nasaruddin memang sempat mencuat sebagai salah satu figur yang dipertimbangkan dalam bursa calon Ketum PBNU. Namanya masuk dalam percakapan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU bersama sejumlah tokoh lainnya.


Dengan keputusan tersebut, persaingan menuju kursi Ketum PBNU kini akan berlanjut tanpa kehadiran Nasaruddin. Sejumlah nama yang sebelumnya telah muncul dalam dinamika internal muktamar berpeluang menjadi pusat perhatian dalam proses pemilihan.


Nasaruddin pun berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berlangsung tertib dan menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi organisasi serta masyarakat luas.


"Mudah-mudahan muktamar ini berjalan lebih lancar dan menghasilkan hasil-hasil muktamar yang lebih baik untuk bangsa, khususnya untuk Nahdliyin," pungkasnya.


Muktamar ke-35 NU berlangsung 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Salah satu agenda utama forum tersebut adalah menentukan kepemimpinan PBNU untuk periode berikutnya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit