TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Api Susah Padam

Reporter & Editor : Redaksi
Jumat, 18 September 2026 | 09:30 WIB
ils
ils

TANGERANG—Kebakaran pabrik di Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, belum sepenuhnya padam hingga Kamis (17/9) siang. Petugas pemadam kebakaran BPBD Kota Tangerang masih melakukan pendinginan karena menemukan sejumlah titik api di bagian belakang bangunan.

 

Pantauan hingga pukul 12.00 WIB, petugas masih melakukan penyiraman di area bangunan yang terbakar. Sebanyak 25 personel dan tujuh unit armada pemadam kebakaran masih dikerahkan untuk memastikan api benar-benar padam. 

 

Saat di konfirmasi via Whatsapp oleh SatelitNews, Komandan Regu 3 UPT Batuceper BPBD Kota Tangerang, Rochim mengatakan proses pendinginan masih berlangsung karena masih terdapat titik api di bagian belakang bangunan. “Saat ini masih proses pendinginan. Karena di bagian belakang masih ada titik api yang masih menyala,” ujar Rochim.

 

Menurut Rochim, kondisi bangunan yang sebagian telah runtuh menjadi salah satu kendala petugas dalam menjangkau sumber api. Reruntuhan dinding menimpa bahan baku yang terbakar sehingga api sulit dijangkau secara langsung. “Bangunan ini sudah runtuh sebagian dan menimpa bahan baku. Bahan baku yang terbakar tertimpa dinding sehingga kita sulit untuk memadamkannya,” jelasnya.

 

Petugas kemudian terus melakukan penyiraman ke sejumlah bagian bangunan yang masih mengeluarkan panas dan memiliki potensi munculnya kembali api. Selain kondisi bangunan, proses pemadaman juga terkendala suplai air. Sumber air yang digunakan petugas berada di kawasan Batu Sari yang lokasinya cukup jauh dari titik kebakaran.

 

Jarak tersebut membuat proses pengisian dan suplai air membutuhkan waktu. Kondisi lalu lintas di jalur menuju sumber air juga turut memengaruhi kelancaran pengisian armada pemadam. Meski demikian, petugas memastikan penanganan terus dilakukan untuk mencegah api kembali membesar. Rochim mengatakan api yang sebelumnya menjalar ke arah permukiman warga telah berhasil diputus sejak Kamis dini hari.

 

“Alhamdulillah, api yang menjalar ke rumah warga sudah terputus sejak dini hari. Kami terus berusaha semaksimal mungkin agar api ini cepat padam,” katanya. Dengan api yang menjalar ke permukiman telah berhasil diputus, fokus petugas kini diarahkan pada proses pendinginan dan pencarian titik api yang masih berada di dalam area pabrik.

 

Rochim juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama selama musim kemarau. Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. “Imbauan untuk masyarakat di musim kemarau ini agar tidak bermain dengan api, apalagi membakar sampah. Pihak perusahaan juga harus waspada dan memperhatikan aspek keselamatan,” pungkasnya.


Terpisah, Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Warga diminta tidak membuang maupun membakar sampah sembarangan yang dapat memicu kebakaran.

 

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono mengatakan, kondisi cuaca panas pada musim kemarau dapat meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api. “Saya mengimbau kepada masyarakat, di musim kemarau ini hidrometeorologi masih tetap ada dan kita harus waspada. Jangan membuang sampah sembarangan, jangan membakar sampah sembarangan,” ujar Maryono.

 

Menurut Maryono, Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah melakukan sejumlah langkah pencegahan, di antaranya sosialisasi kepada masyarakat dan penyemprotan di sejumlah wilayah. “Sosialisasi berkaitan dengan pencegahan sudah dilakukan oleh BPBD, dan kemudian kita juga melakukan penyemprotan beberapa wilayah. Tentunya kita mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah serta tidak membakar sampah sembarangan,” katanya.

 

Selain masyarakat, Pemkot Tangerang juga mengingatkan pihak swasta, khususnya pengelola pergudangan, pabrik, dan perkantoran, agar memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran. Maryono mengatakan, pemerintah daerah bekerja sama dengan perusahaan dalam upaya mitigasi bencana. Salah satunya dengan mendorong penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di setiap lokasi usaha.

 

“Kita dalam melakukan mitigasi bencana juga kepada mereka mengimbau agar tiap-tiap pergudangan, pabrik, ataupun perkantoran itu menggunakan APAR untuk pencegahan terlebih dini sebelum terjadinya kebakaran menjadi besar,” ujarnya. 

 

Ia menambahkan, BPBD dan pemerintah daerah mengimbau agar APAR tersedia di sejumlah titik pada masing-masing pergudangan maupun perkantoran milik perusahaan swasta. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran, sehingga api dapat dikendalikan sejak dini sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit