TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Gubernur Andra Berat Hati Hentikan Pencarian 5 Jurnalis & 3 Kru Kapal

Selama 10 Hasil Nihil & 13 Objek Temuan Tak Berkaitan

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Jumat, 18 September 2026 | 09:45 WIB
HENTIKAN OPERASI SAR. Gubernur Banten Andra Soni, didampingi Tim SAR Gabungan dan para pihak terkait lainnya, sedang memaparkan selama operasi dan menghentikan operasi SAR pencarian dan pertolongan terhadap 5 orang jurnalis dan 3 orang kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat beraktivitas di sekitaran erupsi GAK, di Posko SAR Gabungan di Carita, Kamis (17/9). (ISTIMEWA)
HENTIKAN OPERASI SAR. Gubernur Banten Andra Soni, didampingi Tim SAR Gabungan dan para pihak terkait lainnya, sedang memaparkan selama operasi dan menghentikan operasi SAR pencarian dan pertolongan terhadap 5 orang jurnalis dan 3 orang kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat beraktivitas di sekitaran erupsi GAK, di Posko SAR Gabungan di Carita, Kamis (17/9). (ISTIMEWA)

 

PANDEGLANG - Gubernur Banten Andra Soni, menyatakan dengan berat hati menutup operasi pencarian dan pertolongan terhadap 5 orang jurnalis dan 3 orang kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat beraktivitas di sekitaran erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) tepatnya di perairan laut Selat Sunda.

 

“Sejak hari pertama operasi gabungan pertolongan pencarian ini sampai dengan hari kesepuluh, dan perpanjangan tiga hari. Secara umum tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun penumpang atau awak yang berada di kapal tersebut,” kata Gubernur Andra saat jumpa pers di Posko SAR Gabungan di Carita, Kamis (17/9).

 

Andra mengungkapkan, beberapa temuan material tak ada hubungan dengan speed boat Arupadhatu 1. “Beberapa temuan material, ada 13 objek yang ditemukan selama operasi, setelah diverifikasi dinyatakan tidak terhubung dengan speed boat Arupadhatu 1,” jelasnya.

 

Walaupun pencarian dari tujuh hari hingga diperpanjang selama tiga hari, katanya telah dinilai sudah lagi efektif. Sehingga tegas dia, dengan berat hati pencarian itu telah ditutup.

 

“Telah perpanjangan, pihak Basarnas menyampaikan bahwa karena dinilai sudah tidak efektif dalam pelaksanaan pencarian dan pertolongan ini, maka dengan berat hati pelaksanaan operasi gabungan ini oleh pihak yang memiliki wewenang dinyatakan dihentikan,” katanya.

 

Andra memastikan, akan melaksanakan kembali jika mendapatkan petunjuk baru. “Namun, bilamana ada informasi dari masyarakat baik nelayan atau kapal yang melintas pihak manapun operasi ini, bisa dihidupkan kembali atau dilaksanakan kembali bila mana ada penemuan petunjuk baru untuk proses upaya evakuasi,” jelasnya lagi.

 

“Kami sampaikan dari Pemerintan Provinsi Banten mengucapkan terima kasih seluruh  Tim SAR Gabungan yang selama 10 hari ini melaksanakan kegiatan kemanusiaan dengan sungguh-sungguh,” sambungnya.

 

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan support. “Kami juga terima kasih atas kerjasama pihak keluarga, sekaligus kami menyampaikan keperihatinan mendalam atas belum ditemukannya sahabat-sahabat kita dan keluarga kita yang berada di Arupadhatu 1,” tandasanya. 

 

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menambahkan, bahwa penghentian operasi SAR bukan berarti pemantauan terhadap keberadaan delapan korban juga berhenti.

 

“Kami akan lakukan pemantauan melalui BTS, termasuk dari Lanal, Polairud, termasuk kapal yang melintas di perairan Selat Sunda ini akan menjadi ujung tombak kami,” tegasnya.

 

“Dan apabila ada tanda-tanda penemuan, maka operasi SAR akan dibuka kembali,” sambungnya.

 

Saat ditanya mengenai permintaan keluarga korban agar operasi pencarian diperpanjang dan dilakukan penyisiran ke sejumlah pulau, Al Amrad mengatakan bahwa penyisiran di wilayah kepulauan telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. “Iya, pulau-pulau itu sudah kita lalui dan rekan-rekan juga sudah tahu dan menyaksikan setiap proses pencarian,” tandasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, Sementara, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengungkapkan, status Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berada di level III (siaga). “Walau masih siaga, untuk hari ini (Selasa) tidak terjadi erupsi,” katanya.

 

Dia menjelaskan, hasil operasi Tim SAR Gabungan di hari kedelapan belum membuahkan hasil atau masih nihil. “Pada hari kedelapan ini, pencarian kembali kami perluas melalui beberapa sektor laut dengan melibatkan unsur SAR gabungan, baik dari Basarnas, TNI, Polri, maupun potensi SAR lainnya. Hasil laporan pencarian selama tujuh jam, masih nihil,” pungkasnya.

 

Diberitakan sebelumnya, Hari ketujuh operasi SAR terhadap 5 orang jurnalis dan 3 kru kapal yang hilang kontak menggunakan speedboat, terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Selain itu, warga Kecamatan Carita ikut serta melakukan pencarian lewat ikhtiar doa dan larung (menghanyutkan) seekor kerbau, di tengah laut Selat Sunda, Senin (14/9).

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit