TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Ganjar Teratas, Elektabilitas Anies Naik Setelah Dicapreskan, Prabowo Anjlok

Laporan: AY
Kamis, 01 Desember 2022 | 19:44 WIB
Simulasi 10 nama Capres. Foto : Istimewa
Simulasi 10 nama Capres. Foto : Istimewa

JAKARTA - Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto masih belum lengser dari top three Calon Presiden (Capres) dengan elektabilitas tertinggi.

Dalam simulasi 10 nama yang dirilis Indikator Politik Nasional dalam Survei Pacuan Kuda Elektabilitas Bakal Capres dan Peta Kekuatan Elektoral Partai Pasca-Deklarasi yang dirilis hari ini, Kamis (1/12), Ganjar menempati peringkat teratas dengan angka 27,2 persen.

Disusul Anies 23,9 persen dan Prabowo 17,8 persen, Ridwan Kamil 8,9 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,5 persen.

Terkait hal ini, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, jika pemilihan presiden diadakan ketika survei dilakukan, Ganjar selalu unggul dalam berbagai simulasi dukungan capres.

Anies di posisi kedua, dan Prabowo di peringkat tiga. Keduanya konsisten pada urutan yang sama, dalam berbagai simulasi dukungan capres.

"Namun, Anies terlihat mengalami peningkatan dukungan dalam waktu kurang lebih dua bulan. Sementara Ganjar dan Prabowo, trennya cenderung menurun. Terutama Prabowo, yang sebelumnya masih di posisi kedua selama kurang lebih enam bulan," papar Burhanuddin dalam keterangannya, Kamis (1/12).

"Terakhir, kondisinya berbalik. Anies di posisi dua, dan Prabowo Subianto di urutan tiga," imbuhnya.

Sementara nama lain, masih jauh lebih rendah. Hingga simulasi daftar 10 nama, hanya Ridwan Kamil yang angka dukungannya cukup tinggi, selain tiga besar Ganjar, Anies, dan Prabowo. Tapi itu pun, masih kurang dari 10 persen.

Pada simulasi tiga, Ganjar (33,9 persen) unggul tipis dari Anies Baswedan (32,2 persen). Sementara Prabowo (23,9 persen) ada di urutan ketiga, dengan jarak yang cukup lebar dibanding dua pesaingnya.

Burhanuddin menjelaskan, dibanding dua bulan sebelumnya, Anies mengalami peningkatan cukup besar, sekitar 6 persen. 
Sementara Prabowo, anjlok tajam sekitar 5 persen. Ganjar,  sedikit melemah 2 persen.

Survei Indikator juga menyoroti periode September-November 2022, yang menjadi momen tren penguatan dukungan Anies.

Pada 3 Oktober 2022, NasDem mendeklarasikan Anies sebagai Capres yang akan diusung pada Pilpres 2024 mendatang.
Sebulan pasca deklarasi, awareness alias kepedulian masyarakat terlihat cukup besar. Sekitar 43-44 persen warga nasional, tahu Anies dideklarasikan sebagai Capres Partai NasDem.

Terlepas aware atau tidak, mayoritas warga yang mencapai angka 56,6 persen merespon positif langkah tersebut.

Di antara warga yang aware, mayoritas setuju (atau sangat setuju) dengan langkah NasDem mencapreskan Anies. Angkanya tembus 69,3 persen.

"Pada kelompok yang tahu NasDem Capreskan Anies, dukungan terhadap Anies semakin dominan, dukungan Ganjar stabil, dan basis Prabowo tertekan. Sementara pada kelompok yang tahu dan setuju, Anies mayoritas, Ganjar dan Prabowo sangat tertekan," urai Burhanuddin


Tingkat Kesukaan

Hasil survei Indikator juga mengungkap, Ganjar masih memiliki faktor pengungkit basis elektoral.

Secara hitungan, popularitas Ganjar hanya 76,3 persen. Masih di bawah Prabowo (95,7 persen) dan Anies (89 persen).
Namun, tingkat kesukaan masyarakat terhadap Ganjar, lebih tinggi. Angkanya 86,8 persen. 

Sementara tingkat kesukaan masyarakat terhadap Prabowo ada di angka 78,8 persen. Sedangkan Anies Baswedan 81 persen. Sangat berhimpit.

"Tidak mungkin memilih calon yang tidak dikenal. Tapi, meski dikenal pun, belum tentu dipilih, jika ada calon lain yang lebih disukai," ucap Burhanuddin.

Jika tingkat popularitas di antara tiga nama besar sudah berimbang, dukungan terhadap Ganjar dipastikan menjadi semakin dominan. Basis Anies, tidak berubah. Sedangkan Prabowo, menjadi sangat tertekan.

Jika Ganjar makin populer, dukungannya akan semakin tinggi. Efek ini tampaknya tidak akan berpengaruh terhadap basis Anies, tetapi menekan basis Prabowo.

"Kemungkinan, Prabowo akan semakin tertekan sebagai dampak kerja sosialisasi Anies dan Ganjar, sebagai dua pesaing utamanya," tandas Burhanuddin.

Survei yang dijalankan dalam periode 30 Oktober - 5 November dengan metode wawancara tatap muka ini, menarik sampel dengan menggunakan metode multistage random sampling dan melibatkan 1.220 orang.

Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Quality control terhadap hasil wawancara, dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor, dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check).

Dalam quality control, tidak ditemukan kesalahan berarti. (AY/rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo