TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum dan Kriminal

Advertorial

Indeks

Dewan Pers SinPo

Ini Dia, 5 Bintang Muda Yang Tampil Cemerlang Di Piala Dunia 2022 Qatar

Laporan: AY
Minggu, 04 Desember 2022 | 17:58 WIB
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

QATAR - Piala Dunia FIFA telah lama menjadi panggung bagi para bintang muda, untuk unjuk kebolehan.
Menengok ke belakang, bintang Inggris Michael Owen menjadi figur pemain belia sensasional di Piala Dunia 2018 Prancis.
Di ajang tersebut, top skor Premier League 1997/98 itu berhasil menyabet predikat pemain muda terbaik Piala Dunia 1998 dan masuk dalam Tim Terbaik Piala Dunia 1998.

Sayang, langkah Inggris di Piala Dunia 1998 terhenti di 16 besar, karena dijungkalkan Argentina lewat adu penalti 3-4.
Tahun 2014, bintang Kolombia James Rodriguez yang baru berusia 23 tahun, mencetak enam gol untuk membawa timnya ke perempat final pertama mereka.

Empat tahun kemudian, Kylian Mbappe (19) memimpin Prancis meraih kemenangan Piala Dunia pertama mereka sejak 1998.
Mbappe mencetak empat gol untuk mengantongi penghargaan Pemain Muda Terbaik di turnamen tersebut.

Dari performa yang ditampilkan di babak penyisihan grup Piala Dunia 2022, The Sunday Times mengulas lima pemain muda, yang tampil mengesankan di Qatar.

Berikut rinciannya:


1. Cody Gakpo (Belanda)

Masih ada satu bulan sebelum jendela transfer Januari dibuka, tetapi klubpapan atas Premier League seperti Manchester United dan Liverpool, berebut memikat hati talenta Belanda yang lincah itu.

Gakpo sukses mencetak gol pembuka melawan Senegal, Ekuador dan Qatar. Dia adalah satu-satunya pemain yang mencetak gol di ketiga pertandingan grup Piala Dunia 2022.

Tak cuma jago menjebol gawang lawan, Gakpo yang berusia 23 tahun, juga piawai menciptakan peluang bagi rekan satu timnya.

Pergerakan pemain bertinggi badan 193 cm ini, terhitung sangat cepat dan gesit. Dia mampu membuat 12 assist untuk tim Belanda PSV Eindhoven musim ini.

"Gakpo memiliki segalanya untuk menjadi bintang,” kata pelatih Belanda Louis van Gaal.


2. Pablo Gavi (Spanyol)

Bintang berusia 18 tahun ini, tampil apik di laga perdana Grup E Piala Dunia 2022 melawan Kosta Rika 7-0. Pertandingan ini, disaksikan langsung oleh Raja Spanyol, Felipe VI.

Tak cuma jago menggocek bola, Gavi juga punya kelebihan lain. Wajahnya cukup rupawan. Tak heran, anak Raja Felipe VI yang bernama Putri Leonor, digosipkan jatuh hati kepadanya

Sportskeeda menyebut, gadis kelahiran 2005 itu memenuhi folder sekolahnya dengan foto-foto Gavi.

"Gavi pandai mendominasi aspek teknis sepak bola, meski baru berusia 18 tahun. Dia dapat menentukan sebuah era,” kata pelatih Spanyol Luis Enrique.


3. Mohammed Kudus (Ghana)

Saat Ghana bertemu Brasil dalam pertandingan persahabatan September lalu, Kudus mengklaim Pablo Neymar tidak lebih baik darinya.

Di Qatar, pemain berusia 22 tahun itu terus unjuk gigi. Dia mampu mencetak dua gol, saat Ghana mengalahkan Korea Selatan 3-2.
Dia juga mencetak gol pembuka dalam laga Ghana melawan Portugal 2-3.

Pemain bertinggi badan 177 cm memungkinkan Ghana untuk menggerakkan bola ke depan dengan cepat, melalui kemampuan dribbling-nya.

Kudus yang kini berkostum Ajax, dikabarkan telah menarik minat klub Liga Inggris Liverpool.


4. Moises Caicedo (Ekuador)

Caicedo tampil mengesankan untuk Ekuador, meski La Tri tersingkir di fase grup. Dia memulai karirnya di akademi muda klub divisi teratas Ekuador Independiente del Valle, sebelum dia diburu pencari bakat Brighton pada Februari 2021.

Sejak itu, namanya makin moncer. Caicedo menggunakan kecerdasan sepak bolanya untuk mempertahankan penguasaan bola dalam permainan tempo tinggi.

Dia membantu Ekuador mendapatkan pijakan dalam hasil imbang 1-1 dengan Belanda  dan menang 2-0 atas Qatar.
Meski tak dapat menghalau nasib buruk Ekuador, saat digebuk Senegal 1-2, Caicedo akan sangat dicari di jendela transfer Januari.


5. Yunus Musah (Amerika Serikat)

Musah yang berusia 20 tahun, adalah bagian dari trisula lini tengah muda AS bersama kapten Tyler Adams dan Weston McKennie.
Produk akademi muda Arsenal ini mampu menarik perhatian pelatih AS Gregg Berhalter dengan operannya yang konsisten, pengambilan keputusan yang cerdik, serta kecepatan yang oke punya.

Musah memenuhi syarat untuk menjadi pemain yang mewakili empat negara. Termasuk Italia, Inggris dan Ghana.
Tapi, dia tetap memutuskan bermain untuk negara kelahirannya, meskipun dia baru tinggal di AS selama beberapa bulan.
Musah yang saat ini bermain untuk tim La Liga Valencia, memiliki potensi untuk menjadi salah satu gelandang terbaik dunia. (AY/rm.id)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo