Emas Dunia Terkoreksi, Sikap The Fed dan Lonjakan Minyak Jadi Beban
JAKARTA – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Rabu (28/10/2026), tertekan kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS). Keputusan Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuan turut membuat investor mencermati arah kebijakan moneter berikutnya.
Mengutip CNBC, Kamis (29/10/2026), harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi 4.039,39 dolar AS per ons. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Desember terkoreksi 0,6 persen ke level 4.051,60 dolar AS per ons.
The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75–4 persen, sesuai ekspektasi pasar. Bank sentral AS memilih menunggu perkembangan inflasi dan data ekonomi terbaru sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Harga emas sempat menguat setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan pernyataan usai pengumuman kebijakan. Namun, penguatan itu tidak bertahan lama di tengah kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS.
Kenaikan imbal hasil membuat emas kurang menarik karena logam mulia tersebut tidak memberikan bunga. Kondisi ini sekaligus membatasi ruang penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Pedagang logam independen Tai Wong menilai kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS berpotensi terus membebani pergerakan emas.
Menurut Wong, pasar belum sepenuhnya puas dengan penjelasan Warsh mengenai keputusan mempertahankan suku bunga. Meski tidak memperkirakan aksi jual besar-besaran, ia menilai peluang kenaikan harga logam mulia masih terbatas.
Di pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun naik 4,11 basis poin menjadi 5,034 persen. Sementara itu, The Fed menilai kondisi ekonomi AS menunjukkan penguatan, meskipun tekanan inflasi masih menjadi perhatian.
Pelaku pasar kini menunggu rilis data indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang dijadwalkan Kamis (29/10/2026). Data tersebut akan menjadi salah satu petunjuk penting untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga selanjutnya.
Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME, peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember diperkirakan mencapai 86 persen, sedikit turun dari 88 persen sebelum pengumuman The Fed.
Pergerakan harga minyak, imbal hasil obligasi, dan data inflasi akan menjadi faktor penting yang menentukan arah harga emas dalam perdagangan berikutnya.
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Politik | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu




