BPK Mulai Audit Terinci, Pengelolaan Pendidikan dan RSUD Tangsel Jadi Sasaran
CIPUTAT – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Banten mulai melakukan audit terinci terhadap pengelolaan sektor pendidikan dan kinerja rumah sakit di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pemeriksaan ini menjadi tindak lanjut dari pemeriksaan pendahuluan yang telah berlangsung selama sebulan terakhir.
Tahapan tersebut ditandai dengan entry meeting bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel di Puspemkot Tangsel, Senin (2/11). Pemeriksaan terinci dijadwalkan berlangsung hingga akhir Desember 2026 dengan menyasar dua urusan, yakni pendidikan dan pengelolaan rumah sakit.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan agenda rutin BPK yang kini memasuki tahapan lebih mendalam, baik dari sisi keuangan maupun manajemen.
"Pemeriksaan rutin BPK untuk sektor pendidikan, sektor kesehatan. Awalnya kan sudah, pemeriksaan pendahuluan sudah. Nah, sekarang namanya pemeriksaan terinci. Gitu ya, baik di bidang keuangan maupun di bidang manajemen yang lainnya," ujar Benyamin.
Dia menjelaskan, pemeriksaan kali ini hanya menyasar dua urusan tersebut sesuai dengan penentuan BPK. Pemkot Tangsel diminta menyiapkan seluruh data yang dibutuhkan serta memastikan petugas terkait memberikan keterangan secara objektif selama proses pemeriksaan.
"Kalau diminta data, kalau ditanya ya dijawab secara objektiflah seperti itu saja dari mereka. Kita tunggu hasilnya, mudah-mudahan hasilnya baik," harapnya.
Inspektur Kota Tangsel, Achmad Zubair menjelaskan, pemeriksaan terinci merupakan kelanjutan dari pemeriksaan pendahuluan yang berlangsung sekitar sebulan lalu. Pada tahap awal, BPK melakukan pengumpulan data. Kini, tim pemeriksa mulai mendalami dokumen dan pelaksanaan program di masing-masing instansi.
Dia menegaskan, penentuan sektor pendidikan dan rumah sakit bukan karena adanya temuan atau persoalan tertentu di Tangsel. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari agenda tematik nasional yang dilakukan BPK di sejumlah daerah dengan objek pemeriksaan berbeda-beda.
"Ini tematik. Dari pusat itu," jelasnya.
Menurut Zubair, sektor rumah sakit menjadi salah satu objek pemeriksaan karena pengelolaannya di Tangsel dinilai dapat menjadi percontohan. Melalui audit tersebut, BPK ingin melihat aspek yang masih perlu ditingkatkan agar tata kelola dan kinerja rumah sakit semakin optimal.
Sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam audit kinerja rumah sakit meliputi pengelolaan pendapatan, pengendalian biaya, pemanfaatan sistem informasi manajemen rumah sakit, serta pembinaan dan pengawasan.
Sementara di sektor pendidikan, pemeriksaan kepatuhan mencakup pengelolaan dana pendidikan, termasuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sarana prasarana.
Zubair mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar kooperatif dan segera memenuhi permintaan dokumen dari tim pemeriksa. Kelengkapan data diperlukan agar seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan dapat diverifikasi dengan baik.
"Pak Wali berpesan itu segala macam, mereka untuk aktif untuk menyampaikan data yang diminta BPK, jangan menunda-nunda data BPK," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangsel, Deden Deni mengatakan, pemeriksaan di sektor pendidikan berkaitan dengan kepatuhan pengelolaan anggaran tahun 2025 hingga 2026.
Sejumlah aspek yang menjadi fokus pemeriksaan di antaranya Dana Satuan Pendidikan (DSP), sarana dan prasarana, serta penggunaan dana pendidikan lainnya, termasuk BOS daerah (Bosda).
"Ini berkaitan dengan kepatuhan ya, yang sudah lanjut. Ini jadi tindak lanjut mungkin yang dulu, yang di tahap pertama, ini lanjut lagi. Ada beberapa poin, ada empat poin kalau enggak salah yang fokus pemeriksaan BPK tahun ini," ungkapnya.
Deden menyebutkan, dalam entry meeting juga telah disampaikan tahapan pemeriksaan, dokumen yang perlu disiapkan, hingga jadwal dan lokasi pemeriksaan. Namun, belum ada evaluasi maupun catatan hasil pemeriksaan karena proses pendalaman baru akan dimulai.
Adapun Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, pemeriksaan terhadap rumah sakit difokuskan pada audit kinerja. Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan menghasilkan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan rumah sakit.
"Ya ini audit kinerja rumah sakit Tangerang Selatan. Ya tentunya nanti untuk mendapatkan rekomendasi dalam rangka untuk peningkatan kinerja," ujarnya.
Allin menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara lebih mendalam mulai dari aspek perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Namun, hasilnya belum dapat disimpulkan karena masih ada sejumlah hal yang perlu dikroscek bersama tim BPK.
"Jadi memang belum final sih, tapi memang udah lebih dalam," pungkasnya.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu



