TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Indeks

Dewan Pers SinPo

Belajar dari Kecelakaan Syabda, Pakar Transportasi: Harus Istirahat Setiap 2 Jam Mengemudi

Laporan: AY
Selasa, 21 Maret 2023 | 11:15 WIB
Mobil Toyota Camry yang dikendarai keluarga Sabda saat kecelakaan di tol Pemalang. (Ist)
Mobil Toyota Camry yang dikendarai keluarga Sabda saat kecelakaan di tol Pemalang. (Ist)

JAKARTA - Daftar orang yang meregang nyawa di jalan tol terus bertambah saban harinya. Teranyar, pebulu tangkis tunggal putra berbakat Syabda Perkasa Belawa ikut menjadi korban dalam kecelakaan maut, Senin (20/3) lalu. Pertanyaannya, apa pelajaran yang bisa kita petik?

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai salah satu pelajaran penting dari musibah yang menimpa Syabda dan keluarga adalah, pentingnya memastikan kondisi sopir dalam keadaan fit saat mengemudi.

Karena penyebab kecelakaan diantaranya disebabkan oleh sopir kelelahan. Memaksa mengemudi dalam kondisi lelah, menurutnya sangat berbahaya.

Karena itu, ia menyarankan agar pengemudi beristirahat setelah menempuh 2 sampai 3 jam perjalanan.

"Kalau memaksakan 4 jam agak berat. Karena itu, perlu kita kampanyekan agar setiap 2 jam mengemudi harus istirahat," kata Djoko kepada RM.ID (Tangsel Pos Group), Senin (20/3) malam.

"Ya 2-3 jam harus istirahat lah, kalau sopir lelah," sambungnya.

Seperti diketahui, Syabda dan keluarganya mengalami kecelakaan di KM 315 +200 A, Jalan tol Pemalang-Batang, saat hendak melayat neneknya yang meninggal dunia di Sragen.

Nahas, sekitar pukul 03.50 WIB dini hari mobil yang dikendarai oleh ayahnya Syabda yakni Muanis (50) oleng ke kiri dan menabrak bagian belakang truk.

Ia melanjutkan bahwa mobil yang ditumpangi Syabda bersama keluarga, yakni Toyota Camry Nopol B-1824-KBN mulanya berjalan dari arah Jakarta menuju ke Semarang di lajur cepat.

Nahas, sekitar pukul 03.50 WIB dini hari mobil yang dikendarai oleh ayahnya Syabda yakni Muanis (50), menurut laporan Kanit V PJR Pekalongan Iptu Nuryadi, oleng ke kiri dan menabrak bagian belakang truk.

Dua korban dilaporkan meninggal di lokasi kejadian, yakni Syabda dan ibunya Anik Sulistyowati (48). rm.id

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
sinpo
sinpo
sinpo