Jokowi Terima Dengan Lapang, Survei Kepuasan ke Pemerintah Turun
JAKARTA - Presiden Jokowi tak gundah dengan hasil survei yang menunjukkan kepuasan publik kepada Pemerintah turun sedikit. Kepala Negara menerima hasil survei tersebut dengan lapang dada.
Dalam survei yang dilakukan Litbang Kompas terlihat, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin mengalami penurunan. Dalam periode Desember 2023, kepuasan publik pada pemerintah berada di angka 73,5 persen. Pada pada periode Agustus 2023, kepuasan terhadap Pemerintah ada di angka 74,3 persen. Artinya, ada penurunan 0,8 persen.
Menanggapi hal ini, Jokowi santai. Kata mantan Gubernur DKI Jakarta ini, hasil survei terbaru Litbang Kompas akan dijadikan bahan evaluasi Pemerintah.
"Ya, itu semua untuk evaluasi Pemerintah, untuk koreksi kalau ada hal yang kurang atau yang perlu diperbaiki,” ucap Jokowi, di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (13/12/2023).
Menurut Jokowi, hasil survei diperoleh dari potret yang terjadi lapangan. Karenanya, Jokowi memastikan akan menjadikan hasil survei sebagai bahan evaluasi Pemerintah.
“Sebagai bahan untuk melakukan perbaikan, karena masih banyak yang perlu diperbaiki,” tambahnya.
Sementara, Koordinator Staf Khusus Kepresidenan, Ari Dwipayana, menganggap bahwa tingkat kepuasan publik pada Pemerintah tetap tinggi. Dia tidak menganggap hasil survei terbaru dari Litbang Kompas sebagai penurunan kepuasan publik pada Pemerintah.
"Tingkat kepuasan pada kinerja Presiden masih tetap tinggi," ucapnya, kepada Rakyat Merdeka, Rabu (13/12/2023).
Ari berargumen, penurunan 0,8 persen dalam survei terbaru Litbang Kompas masih ada dalam batas margin of error. Sebab, diketahui, margin of error survei itu adalah plus minus 2,65 persen.
"Angka seperti itu bisa dianggap tidak ada perubahan. Itu artinya, tingkat kepuasan pada kinerja Presiden masih tetap tinggi," ucapnya.
Dia pun mempersilakan publik untuk membandingkan dengan hasil lembaga survei kredibel lainnya, yang melakukan survei dalam waktu yang hampir bersamaan dengan Litbang Kompas. "Tingkat kepuasan pada kinerja Presiden 75 persen lebih, yaitu Indikator Politik Indonesia (76,2 persen) dan Lembaga Survei Indonesia (76 persen)," paparnya.
Partai politik pendukung Pemerintah juga tidak setuju jika hasil survei Litbang Kompas itu dianggap sebagai penurunan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf. Mereka menggunakan alasan yang sama dengan Ari Dwipayana.
Secara statistik, angka ini tidak bisa disimpulkan turun, karena dari 74,3 ke 73,5 masih dalam batas margin of error. Jadi, bisa disimpulkan tetap atau sama," ucap politisi Partai Golkar Sarmuji, saat dihubungi Rakyat Merdeka, Rabu (13/12/2023).
Ketua DPD Golkar Jawa Timur melanjutkan, angka 73,5 persen juga tetap tergolong tinggi. Terlebih, angka ini diraih di akhir-akhir pemerintahan. Sebab, di presiden sebelumnya, kepuasan publik rendah saat memasuki akhir-akhir masa jabatan.
"Angka 73,5 persen ini terhitung cukup tinggi untuk jabatan di akhir periode. Jadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," lanjutnya.
Pengamat politik dari Universitas Airlangga Prof Kacung Marijan juga memandang, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah masih tetap kuat. Kepuasaan publik tersebut masih bertahan meski Jokowi banyak diserang lawan-lawan politiknya.
"Kalau dilihat dari serangan ke Jokowi belakangan, penurunan tingkat kepuasan publik ini tergolong tidak signifikan. Masih di atas 70 persen. Kinerja Jokowi oleh publik masih dianggap bagus," ucap Kacung.
Pos Tangerang | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 23 jam yang lalu
TangselCity | 21 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu