Diguyur Hujan Dua Hari, Banjir Rendam 1.014 KK di Kabupaten Tangerang
TANGERANG — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tangerang selama dua hari berturut-turut, sejak Minggu (11/1/2026) hingga Senin (12/1/2026), mengakibatkan banjir di enam kecamatan. Sedikitnya 1.014 kepala keluarga (KK) terdampak, satu rumah warga roboh, serta dua pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang langsung bergerak cepat dengan menerjunkan personel untuk melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi terdampak banjir.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengatakan hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak Minggu pagi hingga Senin siang menyebabkan genangan di 18 titik banjir yang tersebar di Kecamatan Pakuhaji, Kosambi, Teluknaga, Sepatan, Pasar Kemis, dan Mauk.
“Curah hujan tinggi yang terjadi hampir tanpa henti memicu banjir di sejumlah wilayah. Data sementara, terdapat 1.014 KK terdampak di enam kecamatan,” ujar Taufik, Senin (12/1).
Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 140 sentimeter di beberapa lokasi. Genangan terpantau antara lain di Kampung Tanjung Kait, Kecamatan Mauk; Kampung Cirumpak, Kecamatan Teluknaga; Kampung Cituis, Kecamatan Pakuhaji; Duta Villa Bandara, Kecamatan Kosambi; serta Perumahan Villa Tomang Baru, Kecamatan Pasar Kemis.
Selain itu, banjir juga melanda Kampung Rawa Burung, kawasan Pergudangan Pantai Indah Dadap, Kampung Lontar, Kampung Sepatan Tengah, Kampung Rawa Lumpang, hingga beberapa titik di Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji.
“Wilayah dengan dampak terparah berada di Kampung Sungai Turi, Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji. Di lokasi tersebut sekitar 990 KK terdampak dengan ketinggian air antara 50 hingga 80 sentimeter,” jelasnya.
Tak hanya banjir, cuaca ekstrem juga menyebabkan satu unit rumah warga roboh di Kampung Cakung, Desa Kandawati, Kecamatan Gunung Kaler. Sementara dua pohon tumbang dilaporkan terjadi di Kecamatan Sukamulya dan Teluknaga.
Untuk penanganan darurat, BPBD telah mengerahkan perahu karet, pompa air, gergaji mesin, serta tenda darurat guna membantu evakuasi warga dan mengurangi genangan.
“Kami terus melakukan penanganan di lapangan dan memastikan keselamatan warga terdampak,” tambah Taufik.
Sementara itu, Camat Kosambi Asmawi menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan jumlah warga terdampak banjir di wilayahnya.
“Fokus utama saat ini adalah evakuasi dan bantuan kepada masyarakat,” pungkasnya. (bnn)
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 11 jam yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 14 jam yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


