TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Warga Kedaung & Pondok Benda Patungan Bangun PJU

Tak Tersentuh Program Tangsel Terang

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Senin, 19 Januari 2026 | 07:30 WIB
Anggota Komisi III DPRD Tangsel, Ferdiansyah, melakukan kroscek langsung kondisi penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kedaung, Pamulang, yang belum tersentuh program Tangsel Terang.
Anggota Komisi III DPRD Tangsel, Ferdiansyah, melakukan kroscek langsung kondisi penerangan jalan umum (PJU) di wilayah Kedaung, Pamulang, yang belum tersentuh program Tangsel Terang.

PAMULANG-Wilayah Kecamatan Pamulang yakni, di RW 13 Kelurahan Kedaung dan RW 09 Kelurahan Pondok Benda belum tersentuh Penerangan Jalan Umum (PJU) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel). Warga pun secara swadaya membangun fasilitas penerangan. 

 

Anggota Komisi III DPRD Kota Tangsel, Ferdiansyah turun langsung melakukan survei ke sejumlah titik perumahan di wilayah Pamulang yang belum tersentuh program PJU dari Pemkot. 

 

Dari hasil peninjauan, Ferdiansyah menemukan beberapa kawasan perumahan yang belum mendapatkan fasilitas PJU, di antaranya RW 13 Kelurahan Kedaung dan RW 09 Kelurahan Pondok Benda.

 

Kondisi tersebut membuat warga terpaksa memasang lampu penerangan jalan secara swadaya demi menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan pada malam hari.

 

“Setidaknya ada tiga RT, satu RT di Kedaung dan dua RT di Pondok Benda. Hari ini saya survei untuk menindaklanjuti permintaan pemasangan lampu PJU,” ungkap Ferdiansyah di Pamulang. 

 

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menyebut, dari hasil survei awal, wilayah-wilayah tersebut memang belum difasilitasi PJU oleh pemerintah. Karena itu, ia melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah titik lampu yang dibutuhkan agar dapat diusulkan dalam perencanaan Pemerintah Kota Tangsel.

 

 “Saya coba survei awal kira-kira berapa titik kebutuhan PJU di masing-masing wilayah, supaya nanti bisa dimasukkan dalam perencanaan dan direalisasikan,” jelasnya.

 

Menurutnya, persoalan PJU di klaster-klaster perumahan kecil menjadi masalah bersama, terutama berkaitan dengan aspek keamanan dan kenyamanan warga. Selama ini, kata dia, sebagian warga bahkan menyambungkan aliran listrik secara mandiri untuk penerangan jalan, yang tentu tidak sesuai aturan.

 

 “Daripada warga menyalahi aturan, lebih baik dilegalkan. Pemerintah harus hadir menyediakan PJU di wilayah-wilayah yang selama ini belum ter-cover. Ini juga di luar program Tangsel Terang,” tegasnya.

 

 Ia menjelaskan, program Tangsel Terang selama ini lebih difokuskan pada jalan lingkungan dengan lebar sekitar 1-2 meter. Sementara di kawasan perumahan yang disurveinya, kebutuhan PJU dinilai lebih besar dan membutuhkan lampu dengan spesifikasi lebih tinggi. “Mudah-mudahan bisa diakomodir pada tahun 2026 atau tahun berikutnya,” harapnya.

 

 Adapun jumlah kebutuhan PJU di wilayah itu, Ferdy menerangkan, bahwa berdasarkan informasi awal dari pengurus lingkungan, dibutuhkan lebih dari 40 titik lampu di tiga RT yang tersebar di dua wilayah tersebut.

 

 “Ini masih gambaran awal dan akan kami kroscek lagi hari ini, tapi informasinya hampir 40 titik lebih,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit