TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

IHSG Anjlok 8%, Menkeu: Tak Perlu Takut, Pasti Rebound

Reporter & Editor : AY
Kamis, 29 Januari 2026 | 09:31 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok hingga 8 persen pada perdagangan Rabu (28/1/2026), memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt). Pada penutupan, IHSG masih melemah 7,35 persen ke level 8.320,55.

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pelaku pasar tidak panik. Ia optimistis pasar saham akan kembali menguat.

 

“Tidak usah takut, pasti rebound. Fondasi ekonomi kita dibenahi secara serius,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

 

Pelemahan IHSG dipicu aksi panic selling setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait proses review dan rebalancing saham Indonesia. MSCI menyoroti kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham.

 

Purbaya meyakini Indonesia mampu memenuhi persyaratan MSCI dalam beberapa bulan ke depan.

 

Senada, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai fluktuasi pasar saham merupakan hal wajar. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan menggelar rapat dengan OJK serta pemangku kepentingan lain untuk merespons gejolak ini.

 

Menurutnya, evaluasi terhadap aspek transparansi pasar modal perlu diperkuat sesuai praktik internasional.

 

Direktur Utama BEI Iman Rachman juga mengimbau investor tetap tenang. Ia menegaskan BEI, OJK, dan KSEI terus berkoordinasi menyikapi kondisi pasar. Sementara itu, BEI mencatat investor domestik masih melakukan net buy di tengah tekanan pasar.

 

Kalangan analis melihat koreksi ini sebagai momentum pembenahan. Ketua Umum PAEI David Sutyanto menilai pasar modal Indonesia memiliki fondasi kuat, namun perlu penguatan regulasi, transparansi data, dan konsistensi kebijakan.

 

Hal senada disampaikan Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Fakhrul Fulvian. Ia menilai catatan MSCI harus dijadikan bahan evaluasi agar tata kelola pasar semakin baik dan posisi Indonesia di pasar emerging tetap terjaga.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit