Purbaya Soal Ribut-Ribut PBI: Pemerintah Rugi, Uang Keluar, Image Jelek
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya menyesalkan kegaduhan yang muncul di masyarakat, imbas penonaktifan 13,5 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan akibat pemutakhiran data penerima bantuan jaminan kesehatan belum lama ini.
Penonaktifan mendadak itu membuat warga yang sakit kritis seperti gagal ginjal dan kanker tidak dapat mengakses layanan cuci darah dan kemoterapi.
"Ini kayaknya kita konyol ya, padahal uang saya yang keluarin. Saya rugi di situ, uang keluar image jelek. Jadinya, pemerintah rugi dalam hal ini," cetus Purbaya dalam rapat di DPR, Senin (9/2/2026).
Purbaya meminta pemutakhiran data dilakukan dengan hati-hati dan terukur, dengan mengedepankan ketepatan sasaran, kemudahan akses layanan, dan menjaga keberlanjutan program JKN. Agar keributan serupa tidak terulang kembali.
“Harusnya, kalau prosedurnya
clear, nggak akan ada masalah. Jadi, kita masalahnya adalah masalah operasional, masalah manajemen, dan masalah sosialisasi yang harus bisa dibereskan secepatnya,” papar Purbaya.
“Kalau itu membuat uang yang saya
keluarkan untuk Anda menjadi lebih kecil, saya mendukung. Ribut dikit nggak apa-apa.
Tapi ini kan sama. Uang yang dikeluarkan sama. Ribut lagi. Saya rugi banyak, Pak. Ke depan tolong dibetulin,” tegasnya.
TangselCity | 7 jam yang lalu
TangselCity | 11 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu









