TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

NATARU

Indeks

Dewan Pers

Gorengan Jadi Favorit Saat Buka Puasa, Ahli Gizi Ingatkan Risiko Kesehatan

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:01 WIB
Aneka gorengan menu favorit untuk buka puasa. Foto : Ist
Aneka gorengan menu favorit untuk buka puasa. Foto : Ist

SERPONG – Bakwan, risol, tahu isi, hingga tempe goreng kerap menjadi pilihan utama saat azan Magrib berkumandang. Disajikan hangat dengan sambal kacang atau cabai rawit, gorengan memang menggoda selera. Namun, kebiasaan ini ternyata tidak disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan asam lambung.

 

Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia IPB University, dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, MGizi, menjelaskan bahwa berbuka puasa sebaiknya tidak diawali dengan makanan tinggi lemak seperti gorengan.

 Penjelasan tersebut disampaikannya dalam program IPB Pedia yang tayang di kanal YouTube IPB TV.

 

Menurut Karina, setelah berpuasa sekitar 12 jam atau lebih, kondisi lambung dalam keadaan kosong. Jika langsung diisi makanan berlemak, sistem pencernaan dipaksa bekerja lebih keras. Dampaknya bisa berupa rasa tidak nyaman di perut, mual, hingga mulas.

 

“Ketika perut kosong lalu langsung menerima asupan tinggi lemak, risiko gangguan pencernaan bisa meningkat,” ujarnya.

 

Ia juga menyoroti bahaya bagi penderita asam lambung. Saat perut kosong, produksi asam lambung cenderung meningkat. Mengonsumsi gorengan dalam kondisi tersebut dapat memicu rasa perih dan memperparah gejala.

 

Meski demikian, Karina tidak melarang sepenuhnya konsumsi gorengan saat berbuka. Ia menyarankan agar makanan tersebut tidak dijadikan santapan pertama. Sebaiknya awali berbuka dengan air putih dan makanan ringan yang lebih ramah di lambung, kemudian beri jeda sebelum menyantap gorengan dalam porsi terbatas.

 

Selain itu, konsumsi lemak berlebihan secara terus-menerus juga berpotensi menyebabkan penumpukan lemak tubuh dan peningkatan berat badan. Karena itu, pengendalian porsi menjadi kunci agar tetap bisa menikmati gorengan tanpa mengorbankan kesehatan.

Gore

Dengan pola makan yang lebih bijak, momen berbuka puasa tetap bisa dinikmati tanpa menimbulkan masalah pencernaan di kemudian hari.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit