TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Ubah Paradigma Sampah, Pemkot Serang Adopsi Manajemen Sampah Jepang

Jurnal Kesehatan Tambusai Beri Contoh Pengolahan Sampah Negeri Sakura

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi selected
Kamis, 26 Februari 2026 | 23:43 WIB
Ilustrasi sampah.(DLH Buleleng)
Ilustrasi sampah.(DLH Buleleng)

SERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus mencari formulasi kebijakan yang tepat dalam hal manajemen limbah melalui program waste to energy atau pengolahan sampah menjadi energi. Beberapa waktu lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang berpartisipasi dalam workshop Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) Jepang. AOTS merupakan organisasi nirlaba Jepang yang didirikan tahun 1959 untuk mempromosikan kerja sama teknis dan pengembangan sumber daya manusia di negara berkembang.

 

Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi mengatakan, bahwa Kota Serang terpilih untuk melihat langsung bagaimana teknologi Jepang mengelola sampah secara tuntas, sebuah praktik yang sudah mereka mulai sejak 1950-an untuk mengolah sampah menjadi energi listrik.

 

“Dalam workshop, daerah yang ditunjuk untuk menjadi PSEL  (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik, red) ini bisa melihat secara langsung bagaimana program waste to energy di Jepang. Di sana kita melihat bagaimana kultur pemerintah Jepang hampir sama dulu dengan Indonesia, namun itu di Jepang 1950-1960 itu praktiknya masih dilakukan di Indonesia sampai tahun 2026 ini,” ungkap Farach, saat ditemui tangselpos.id di Puspemkot Serang, Kamis (26/2/2026) siang.

 

Dalam workshop itu juga ia mendapatkan pemahaman bagaimana cara mengolah sampai menjadi ekonomi sirkular. Menurutnya, di Jepang ini benar-benar melakukan pemilahan sampah secara ketat dan juga didukung dengan kesadaran masyarakat yang tinggi terhadap sampah. “Selain fasilitas oleh pemerintah Jepang yang cukup memadai, pihak swasta pun bagaimana mendukung kegiatan dari pemerintah itu sendiri,” tambahnya.

 

Dirinya melihat terdapat tiga hal yang bisa diadopsi dari Jepang dalam hal manajemen pengolahan sampah untuk diterapkan di Kota Serang. Pertama, yakni adanya bentuk regulasi yang kuat untuk mendukung tata kelola sampah dari hulu ke hilir. Kedua, adanya prinsip ekonomi sirkular dengan melakukan pemilahan sampah anorganik menjadi produk daur ulang bernilai ekonomi dan ketiga yakni transformasi sampah menjadi sumber energi listrik dengan hasil limbah akhir (residu) yang minim karena dikelola dengan pengawasan ketat. 

 

Insyaallah, dalam tahun ini program PSEL akan mulai dijalankan di Pemkot Serang. Kami melihat langsung bahwa proses ini tidak menimbulkan bau dan tidak menghasilkan air lindi yang mencemari lingkungan,” ujar Farach.

 

Mengubah Mindset Terhadap Sampah

 

Menurutnya, tidak kalah penting adalah bagaimana membangun kesepahaman yang sama dengan seluruh pihak termasuk masyarakat terkait pengolahan sampah yang baik. Farach mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya pada teknologi, melainkan pada pola budaya masyarakat. Maka penting secara bersama mengubah mindset terhadap sampah yang selama ini dianggap masalah, justru jika diolah dengan baik bisa bernilai ekonomi dan sumber energi terbarukan. “Tantangan utamanya adalah mindset masyarakat dalam memilah sampah. Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa jika dikelola, sampah adalah sumber daya, namun jika dibiarkan, ia akan tetap menjadi masalah,” tegasnya.

 

Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, swasta (investor), dan kesadaran masyarakat, Pemkot Serang optimis masalah persampahan di ibu kota Provinsi Banten ini dapat diselesaikan secara paripurna.

 

“PSEL ini sepenuhnya didanai melalui Danantara. Nantinya TPSA (Tempat Pemrosesan Sampah Akhir, red) ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan akhir, tetapi juga dirancang sebagai destinasi wisata edukasi berbasis lingkungan. Di lokasi tersebut direncanakan akan dibangun museum sampah untuk mengedukasi masyarakat, terutama anak sekolah, mengenai pentingnya memilah sampah,” tutupnya.

 

Lima Aspek Pengelolaan Sampah di Jepang

 

Dikutip dari Jurnal Kesehatan Tambusai dengan judul “Perbandingan Pengelolaan Sampah Swedia dan Jepang: Sebuah Tinjauan Sebagai Solusi Permasalahan Sampah di Indonesia” karya Adelia Suryani yang dipublikasi Maret 2025, disebutkan terdapat lima aspek pengelolaan sampah yang dilakukan pemerintah Jepang.

 

Aspek pertama yakni pendekatan utama melalui pendekatan sistematis melalui edukasi dan kesadaran publik dan mengintegrasikan pengelolaan limbah ke dalam kurikulum sekolah. Aspek kedua yakni penggunaan teknologi dan inovasi dengan penggunaan teknologi robot, virtual reality dan work chain management system untuk efisiensi pengelolaan limbah dan mengintegrasikan tempat sampah pintar dengan sistem pay as you throw.

 

Aspek ketiga jenis limbah utama, yakni dengan memilah limbah rumah tangga dan plastik serta berfokus pada pengurangan dan daur ulang plastik. Kemudian aspek keempat melalui keberlanjutan dengan mendorong keberlanjutan melalui pendidikan dengan mengimplementasikan pengelolaan sampah pada kurikulum. Aspek kelima yakni berupa tantangan dengan menghadapi resistensi dalam mengadopsi teknologi baru di kalangan masyarakat dan peningkatan kesadaran di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan akses pada teknologi.

 

Beberapa praktik yang dapat diadopsi oleh Indonesia adalah peningkatan edukasi sejak dini dengan memasukkan kurikulum pengelolaan sampah ke jenjang pendidikan sekolah, pemberlakukan sistem pembayaran setiap membuang sampah dan melakukan Kerjasama secara lebih massif antara perusahaan swasta dan pemerintahan untuk meminimalisir jumlah sampah yang dihasilkan dan meningkatkan kemungkinan proses daur ulang. Dengan berbagai solusi alternatif berikut, diharapkan negara Indonesia dapat mencapai sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, efisien dan berkelanjutan di masa yang akan datang,” demikian sebagian kesimpulan jurnal yang dikutip tangselpos.id.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit